Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ecoprint Mulai Dilirik IKM Palu, Disperdagind Dorong Jadi Peluang Usaha Baru

Annisa Tri Yusnida • Senin, 23 Februari 2026 | 14:03 WIB

Produk ecoprint hasil pelaku IKM Palu yang memanfaatkan motif daun alami pada kain, kini mulai dipasarkan di pusat oleh-oleh kota.
Produk ecoprint hasil pelaku IKM Palu yang memanfaatkan motif daun alami pada kain, kini mulai dipasarkan di pusat oleh-oleh kota.

RADAR PALU - Selembar kain putih, beberapa daun, lalu digulung dan dikukus. Dari proses sederhana itu, lahir motif alami yang kini mulai dikenal di Palu: ecoprint.

Produk tekstil berbasis pewarna alam ini perlahan masuk ke pasar lokal dan membuka ruang usaha baru bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). 

 

 

 

Fungsional Penyuluh Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Amsal, mengatakan ecoprint merupakan inovasi yang relatif baru di kota ini. 

“Kita terbiasa melihat tenun atau batik. Ecoprint ini terobosan baru yang melahirkan pelaku usaha baru,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurut Amsal, produk tersebut mulai hadir sekitar dua tahun terakhir dan dipelopori salah satu pelaku IKM di Kelurahan Tondo. Produk itu sebelumnya juga mendapat apresiasi sebagai produk inovatif dari Pemerintah Kota Palu.

Secara proses, ecoprint dinilai lebih sederhana dibanding tenun. Kain ditempel daun, digulung, lalu direbus atau dikukus hingga motif alami tercetak. 

“Memang butuh kesabaran, tapi tidak sesulit tenun. Hasilnya juga punya karakter unik karena tiap daun menghasilkan motif berbeda,” jelasnya.

Saat ini, produk ecoprint di Palu mulai merambah ke berbagai item fesyen. Tidak hanya tas, tetapi juga baju, topi, hingga aksesori pakaian.

Beberapa produk sudah dipasarkan di pusat oleh-oleh New Baruga Vatulemo.

Disperdagind Palu mengaku belum dapat memberikan bantuan peralatan secara langsung. Namun pembinaan tetap dilakukan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi pendaftaran merek dan keikutsertaan dalam pameran. 

“Kami dorong dulu penguatannya. Harapannya bisa tumbuh di beberapa kecamatan,” kata Amsal.

Bagi pemerintah daerah, munculnya usaha berbasis kreativitas lokal seperti ini dinilai penting untuk memperluas pilihan ekonomi masyarakat, terutama di sektor nonformal yang lebih fleksibel dan adaptif.

Secara nasional, tren produk fesyen ramah lingkungan memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ecoprint menjadi salah satu alternatif karena memanfaatkan bahan alami dan proses yang relatif sederhana, sejalan dengan minat pasar terhadap produk berkelanjutan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Ecoprint Palu #Radar Palu #Usaha kreatif Palu #Disperdagind Palu #IKM Kota Palu #Produk fesyen lokal