Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Di Usia 83 Tahun, Merrywati Menang Angklung di Tengah Ribuan Peserta

Taswin • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:31 WIB
Merrywati Peruba (83) tampil bersama Grup Gita Pundarika NSI saat final Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) 2026.
Merrywati Peruba (83) tampil bersama Grup Gita Pundarika NSI saat final Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) 2026.

RADAR PALU - Di tengah 1.700 peserta dari berbagai daerah, satu nama mencuri perhatian juri. Merrywati Peruba, nenek 83 tahun, tampil bersama kelompoknya dalam ajang Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH).

Bukan sekadar ikut meramaikan lomba, Merrywati justru membawa pulang juara pertama kategori umum lewat permainan angklung yang rapi, matang, dan penuh rasa.

 

 

 

Merrywati tampil bersama Grup Gita Pundarika NSI, kelompok angklung asal DKI Jakarta yang beranggotakan 40 orang. Rata-rata usia pemainnya di atas 50 tahun. 

Mereka membawakan lagu Donau Wellen dalam aransemen angklung yang berhasil memikat dewan juri. Penampilan itu mengantarkan tim ini keluar sebagai juara pertama kategori umum.

Bagi Merrywati, bermain angklung bukan hal baru. Ia sudah aktif menekuni musik bambu ini sejak 1979.

“Bermain angklung itu bikin ingatan terlatih, hati senang, dan tubuh terasa nyaman. Dari sini kami belajar kerja sama supaya bunyinya harmonis,” kata Merrywati, pekan lalu.

Final PASH digelar Kamis, 5 Februari 2026. Selain kategori umum, PT Astra Honda Motor (AHM) juga menetapkan pemenang untuk kategori SD, SMP, dan SMA. 

Ribuan peserta dari 21 kabupaten dan kota ikut ambil bagian dalam ajang ini. Dua tim lainnya juga dinobatkan sebagai tim terfavorit berdasarkan respons warganet di media sosial.

Sepanjang kompetisi, peserta membawakan berbagai genre musik. Mulai dari lagu daerah, lagu anak, hingga soundtrack film.

General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan kreativitas aransemen dan kekompakan menjadi poin utama penilaian.

“Ini membuktikan angklung bisa berpadu dengan banyak genre musik dan tetap relevan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peran angklung sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO, sekaligus media pembelajaran nilai kerja sama lintas generasi. 

Tak hanya lomba, PASH juga diisi sesi pembekalan lewat program Astra Honda Berbagi Ilmu. Peserta mendapat materi teknik angklung, olah vokal, hingga pemanfaatan media digital untuk musik tradisional.

Elsa, guru SDN Sunter Agung 13 Pagi Jakarta yang menjadi pemenang kategori SD, mengaku kegiatan ini memberi pengalaman baru.

“Melestarikan musik tradisional itu tantangan. Tapi lewat kegiatan seperti ini, anak-anak jadi lebih tertarik,” ujarnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#PASH 2026 #AHM angklung #Radar Palu #lomba angklung nasional #nenek 83 tahun juara angklung #Pasanggiri Angklung Satu Hati