RADAR PALU - Transaksi non-tunai kian akrab di keseharian warga Sulawesi Tengah. Peran ojek online menjadi salah satu kuncinya.
Melihat posisi strategis itu, Bank Indonesia memperkuat edukasi keuangan digital bagi mitra ojek online di daerah ini.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi dan edukasi bagi mitra ojek online di Gedung Kasiromu, Palu.
Kegiatan ini diikuti mitra dari berbagai platform, seperti Grab, Gojek, dan Maxim, dengan fokus pada perluasan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan aman.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, menyebut mitra ojek online memiliki peran penting dalam mendorong penggunaan transaksi non-tunai di masyarakat.
“Mitra ojek online adalah garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Bank Indonesia memperkenalkan penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital yang cepat, aman, dan efisien, khususnya di sektor transportasi dan UMKM.
Materi lain yang disampaikan adalah pelindungan konsumen, termasuk pemahaman hak dan kewajiban, keamanan transaksi digital, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.
Selain itu, peserta juga mendapat penguatan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, yang menekankan penggunaan Rupiah secara bijak, baik dalam transaksi tunai maupun non-tunai.
Muhamad Irfan berharap mitra ojek online tidak hanya menjadi pengguna layanan digital, tetapi juga berperan sebagai duta literasi keuangan di lingkungannya.
“Harapannya, mereka bisa ikut mendorong penggunaan QRIS, melindungi konsumen, dan menumbuhkan kesadaran CBP Rupiah,” katanya.***
Editor : Muhammad Awaludin