Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

TPAKD dan Agen Laku Pandai, Cara OJK Perluas Inklusi Keuangan di Sulteng

Rina Khalik • Senin, 2 Februari 2026 | 19:09 WIB
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra

RADAR PALU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui program Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) untuk menjembatani kesenjangan pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan di masyarakat, termasuk di Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menyebutkan bahwa berdasarkan data dua tahun lalu, tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Tengah telah mencapai 80 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masih tertinggal dengan selisih sekitar 20 persen.

Kondisi tersebut dinilai berisiko karena masyarakat dapat menggunakan produk keuangan tanpa memahami manfaat dan risikonya. 

“Gap inilah yang menyebabkan potensi penipuan, fraud, dan kesalahan pengambilan produk. Gencarkan hadir untuk memperkecil kesenjangan itu,” jelas Bonny.

Ia mengakui, secara ideal literasi seharusnya meningkat lebih dulu sebelum inklusi. Namun, kondisi di Indonesia justru sebaliknya, sehingga edukasi menjadi sangat penting.

Melalui Gencarkan, OJK menargetkan peningkatan kualitas literasi hingga masyarakat benar-benar well literate atau mampu mengelola keuangan dengan baik. Pengelolaan keuangan menurut Bonny perlu dibentuk sejak dini dan menjadi kebiasaan.

Selain itu, OJK juga mendorong peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), khususnya untuk meningkatkan inklusi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Di daerah dengan keterbatasan akses perbankan dan internet, OJK mendorong pemanfaatan agen laku pandai sebagai perpanjangan layanan bank.

"Jadi dengan adanya agen laku pandai ini bisa siapa saja, pemilik toko misalnya bisa daftar ke bank untuk jadi agen laku pandai sebagai agen banknya lah kira-kira,” ungkap Bonny.

Selain daerah 3T, sasaran program literasi dan inklusi keuangan juga mencakup penyandang disabilitas, perempuan, khususnya ibu rumah tangga, serta pelajar dan mahasiswa.

Menurut Bonny, perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, sementara generasi muda perlu dibekali pemahaman sejak dini.

Sasaran program literasi dan inklusi keuangan juga mencakup penyandang disabilitas, perempuan terutama ibu rumah tangga serta pelajar dan mahasiswa agar pemahaman pengelolaan keuangan dapat dibangun sejak usia dini.

“Itu target kami tapi di tahun lalu dan di tahun ini tetap saya dorong. Karena mereka lagi belajar dan masih muda jadi sedini mungkin mereka udah tahu caranya mengelola keuangan,” tutupnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#inklusi keuangan #TPAKD #OJK #akses keuangan daerah #Literasi Keuangan #perlindungan konsumen #OJK Sulawesi Tengah #Gencarkan #edukasi keuangan #agen laku pandai