RADAR PALU – Perkembangan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah menjadi sorotan dalam kegiatan Silaturahmi Media dan Ngobrol Ekonomi Awal Tahun yang digelar Bank Indonesia di ruang rapat BI Sulteng, Jumat (30/1/2026).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, dalam paparannya, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi 2026 mengalami penurunan, namun diproyeksikan untuk Indonesia justru naik, termasuk Sulteng di 2026 diperkirakan sedikit lebih rendah.
Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tercatat 7,79 persen (year on year). Capaian tersebut didorong oleh peningkatan produksi Nickel Pig Iron (NPI) serta penambahan kuota penambangan bijih nikel.
Namun demikian, laju pertumbuhan tertahan oleh sejumlah faktor, terutama tertundanya proyek-proyek pembangunan pemerintah serta kontraksi kinerja sektor administrasi pemerintahan.
Meski demikian, optimisme tetap terjaga.
Bank Indonesia memproyeksikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat pada triwulan IV 2025, seiring membaiknya ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Dari sisi inflasi, Muhamad Irfan mengungkapkan bahwa inflasi tahunan Sulawesi Tengah pada Desember 2025 tercatat 3,31 persen (yoy), menurun dibandingkan November 2025 yang sebesar 3,50 persen.
Angka ini masih berada dalam kisaran target inflasi nasional yang berada di rentang 2,37–2,70 persen (yoy).
Secara regional, Tolitoli mencatat inflasi tertinggi, yakni 6,69 persen pada November dan 6,13 persen pada Desember 2025. Sementara itu, Morowali menjadi daerah dengan inflasi terendah pada Desember 2025 sebesar 1,89 persen.
Menariknya, inflasi bulanan (month to month) Desember 2025 tercatat hanya 0,14 persen, yang diklaim sebagai yang terendah dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.
“Fokus kami menjaga stabilitas harga, terutama menjelang bulan puasa dan Idulfitri yang sebentar lagi,” ujar Muhamad Irfan.
Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, Bank Indonesia Sulteng terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak kepolisian, khususnya dalam pengawasan harga-harga kebutuhan pokok di pasar agar tidak terjadi kenaikan harga sepihak oleh oknum tidak bertanggung jawab.***
Editor : Muhammad Awaludin