RADAR PALU – Jalan raya bukan sekadar ruang mobilitas, tetapi juga area dengan risiko tinggi, terutama bagi pengendara pemula. Minim pengalaman, kurangnya kewaspadaan, hingga abai pada perlengkapan keselamatan kerap menjadi pemicu kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari. Karena itu, kesadaran berkendara aman melalui kampanye #Cari_Aman menjadi semakin relevan.
Di tengah rutinitas harian yang padat, banyak pengendara pemula terjebak pada kebiasaan terburu-buru. Fokus terpecah, jarak aman terabaikan, hingga teknik berkendara yang belum matang membuat risiko di jalan semakin besar. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman yang terus digaungkan Honda Anugerah Perdana Sulawesi Tengah.
Kesalahan paling mendasar yang sering dilakukan pengendara pemula adalah mengabaikan teknik dasar berkendara. Posisi duduk yang tidak seimbang, pandangan terlalu dekat, penggunaan gas yang mendadak, serta pengereman yang tidak terkontrol kerap memicu kepanikan saat menghadapi situasi darurat. Padahal, penguasaan teknik sederhana merupakan fondasi penting dalam menerapkan prinsip #Cari_Aman di jalan raya.
Faktor lain yang sering disepelekan adalah penggunaan perlengkapan keselamatan. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup masih dianggap sekadar pelengkap. Padahal, perlengkapan tersebut berfungsi sebagai perlindungan vital ketika risiko di jalan tak terelakkan. Bagi pengendara pemula, kebiasaan ini menjadi bagian penting dari komitmen #Cari_Aman sejak awal berkendara.
Selain itu, pelanggaran lalu lintas kecil juga menyimpan bahaya besar. Tidak menggunakan lampu sein, melanggar marka, menerobos lampu merah, hingga melawan arus kerap dianggap sepele. Padahal, sikap tidak disiplin ini berpotensi menciptakan kecelakaan beruntun dan bertolak belakang dengan semangat #Cari_Aman yang mengutamakan keselamatan bersama.
Pengendara pemula juga dituntut peka terhadap kondisi jalan dan kendaraan. Permukaan licin, pasir, lubang jalan, hingga tanjakan dan turunan membutuhkan antisipasi ekstra. Ditambah lagi, kendaraan yang tidak terawat—rem aus, ban tipis, lampu mati—akan memperbesar risiko saat berkendara di jalan raya.
“Keselamatan berkendara bukan soal berani atau tidak, tetapi soal kesiapan dan kesadaran,” ujar Yusman, Safety Riding Instructor Honda Anugerah Perdana Sulawesi Tengah.
Menurut Yusman, pengendara pemula harus membangun kebiasaan berkendara aman sejak awal. Pemahaman teknik dasar, penggunaan perlengkapan keselamatan yang lengkap, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta kemampuan membaca potensi bahaya merupakan inti dari penerapan #Cari_Aman, agar pengendara lebih percaya diri dan selamat sampai tujuan.
Dengan membentuk perilaku berkendara yang bertanggung jawab dan konsisten menerapkan #Cari_Aman, risiko kecelakaan dapat ditekan dan jalan raya menjadi ruang yang lebih aman bagi semua.***
Editor : Muhammad Awaludin