RADAR PALU - Beberapa alat bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Pantoloan, Kota Palu, mengalami kerusakan. Meski demikian, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Pantoloan memastikan kegiatan bongkar muat kapal masih berjalan normal dan distribusi kontainer tetap dilayani dengan sejumlah alternatif yang disiapkan.
General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan sekaligus Terminal Head Peti Kemas Pantoloan, Chaerur Rijal, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan perusahaan pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Pantoloan guna mendiskusikan langkah-langkah efektif agar pelayanan tetap berjalan.
“Kemarin komunikasi dengan perusahaan pelayaran di Pantoloan ini sangat bagus, sehingga bisa kita diskusikan langkah-langkah efektif apa yang bisa kita ambil,” ujar Chaerur Rijal pada Rabu (21/1/2026).
Dari sisi internal, Pelindo juga melakukan percepatan perbaikan agar alat bongkar muat yang rusak dapat kembali beroperasi secara maksimal.
Adapun alat yang mengalami kerusakan adalah Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) pada Pinion Gear Gearbox Gantry, sehingga RTG 03 saat ini tidak dapat dioperasikan dalam kegiatan operasional di TPK Pantoloan yang dalam hal ini diperlukan proses fabrikasi pinion gear baru, di mana pinion gear eksisiting tidak memungkin untuk dilakukan repair.
“RTG ini memang karena umur alatnya sudah terlalu berumur dan spare part-nya juga agak sulit didapatkan, sehingga perlu direcovery kembali ke pabrik. Ini memang memerlukan waktu yang lumayan lama,” jelasnya.
Meski demikian, Pelindo telah menyiapkan alat cadangan untuk menggantikan fungsi RTG tersebut agar pelayanan tetap berjalan.
Sementara itu, pinion gear RTG 03 telah dilakukan proses fabrikasi di workshop Jakarta di mana proses fabrikasi direncanakan akan selesai dan terpasang di unit paling lambat tanggal 31 Januari 2026.
Selain RTG, alat Reach Stacker (RS) 01 juga mengalami kerusakan pada bagian cover tromol roda akibat kondisi permukaan container yarci yang bergelombang sehingga unit RS 01 saat ini tidak dapat bermobilisasi dan dideploy dalam pelayanan operasional. Namun saat ini ada RS 04 yang dapat beroperasi.
“Ini juga sudah disampaikan ke pengguna jasa untuk tahapan-tahapan perbaikan dan estimasi kapan beroperasi. Jadi sudah ada RS yang jalan satu dan sudah ada RS yang sementara mem backup alat yang lagi maintenance,” jelasnya.
Terkait kontainer, Chaerur menegaskan tidak ada kontainer yang tertahan. Namun, dengan jumlah alat yang terbatas, proses pengambilan kontainer menjadi sedikit lebih lambat dari biasanya.
“Bukan tertahan, hanya memang karena jumlah alatnya sedikit jadi agak lambat kita bisa ngambilnya. Tapi lambatnya tidak sampai lama, tetap bisa diambil,” katanya.
Untuk pendistribusian, Pelindo melakukan pengaturan prioritas. Kontainer yang terdampak kerusakan alat kemungkinan mengalami penyesuaian waktu pengambilan.
“Kegiatan bongkar muat kapal sampai saat ini masih normal. Ini lebih ke pendistribusian, apalagi setelah libur Natal dan Tahun Baru, kontainer di pelabuhan cukup banyak sehingga harus segera didistribusikan,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi