Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Satu Bulan Jelang Ramadan, Harga Sembako di Palu Relatif Stabil

Rina Khalik • Rabu, 21 Januari 2026 | 10:31 WIB
HARGANYA MASIH NORMAL : Warga berbelanja di salah satu pasar yang ada di Kota Palu, Rabu (21/1/2026).
HARGANYA MASIH NORMAL : Warga berbelanja di salah satu pasar yang ada di Kota Palu, Rabu (21/1/2026).

RADAR PALU - Satu bulan menjelang bulan puasa ramadan, harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Palu terpantau masih relatif stabil, meski beberapa komoditi seperti beras mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Irmawati Alkaf menjelaskan, secara umum harga bahan pokok masih terkendali, meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas beras.

“Jadi satu bulan menjelang bulan puasa atau ramadan, harga bahan di pasar masih terpantau alhamdulillah masih stabil, kecuali beras,” ujar Irmawati kepada awak media saat ditemui pada Rabu (21/1/2026).

Ia menyebutkan, beras yang mengalami kenaikan adalah jenis premium dan medium. Kenaikan harga tersebut berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000.

Menurutnya, kenaikan itu terjadi karena saat ini masih dalam masa panen. “Kita berharap harganya tidak jauh dari HET, karena itu akan mempengaruhi inflasi,” katanya.

Sementara itu, harga cabai justru mengalami penurunan. Irmawati mengatakan, pada momen tahun baru lalu harga cabai sempat melonjak hingga mencapai Rp50 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga cabai sudah turun dan terpantau di kisaran Rp20 ribu per kilogram.

Untuk komoditas ikan, Irmawati mengungkapkan adanya kenaikan harga, khususnya ikan tuna. “Harga ikan tuna itu per kilogram sekitar Rp50 ribu, yang seharusnya itu kan di bawah,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga ayam. Menurut Irmawati, harga ayam seharusnya berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Dalam satu ekor ayam, beratnya bisa mencapai dua kilogram lebih, tergantung ukuran.

Adapun komoditas lainnya, lanjut Irmawati, masih terpantau stabil. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan ke lapangan secara rutin.

“Kita akan tetap turun memantau ke lapangan jangan sampai ada kenaikan, itu menimbulkan inflasi,” ujarnya.

 

Ia berharap masyarakat Kota Palu tetap dapat menikmati dan memperoleh harga kebutuhan pokok yang terbaik, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi.

Sebagai upaya menjaga stabilitas harga, Disperdagind Kota Palu juga melaksanakan sejumlah kegiatan. Salah satunya melalui program Gade Nolumako atau pasar bergerak yang dilaksanakan menjelang bulan puasa.

“Kita turun dari mulai Februari sampai dengan Maret, kita turun jual untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam berbelanja,” kata Irmawati.

Selain itu, Disperdagind Kota Palu juga menggelar pasar murah sebanyak delapan kali selama periode Februari hingga Maret.

“Di pasar murah ini ada subsidi dari pemerintah dengan harga yang lebih murah,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Disperdagind Kota Palu #Harga cabai Palu #Inflasi Kota Palu #Harga kebutuhan pokok Palu #Harga beras Palu #Harga sembako Palu #Jelang Ramadan Palu #Pasar murah Palu