RADAR PALU - Villa dan Hotel Sutan Raja Palu menyiapkan sejumlah inovasi layanan pada tahun 2026, sebagai upaya mempertahankan kualitas pelayanan sekaligus menjawab tantangan sektor pariwisata akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Inovasi tersebut akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Sales Executive Villa dan Hotel Sutan Raja Palu, Glandys Dhea Riska, mengatakan pihaknya hingga kini masih mempertahankan standar pelayanan terbaik sebagai komitmen utama di sektor jasa. Meski sejumlah inovasi telah disiapkan, manajemen belum melakukan peluncuran resmi maupun publikasi ke media.
“Kita tetap mempertahankan kualitas yang baik, dan untuk tahun ini memang ada beberapa inovasi yang akan kami buka, tapi belum bisa kami informasikan lebih jauh, karena belum launching dan belum press release,” ujar Glandys kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, inovasi tersebut mencakup pengembangan layanan hingga program promosi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kota Palu. Target manajemen di 2026 adalah kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebagai pelaku usaha tentu targetnya meningkat. Paling tidak lebih baik dari tahun 2025, yang merupakan awal penerapan efisiensi dan cukup berdampak bagi sektor pariwisata,” jelasnya.
Sementara itu, FnB Manager Villa dan Hotel Sutan Raja Palu, Risman Yunus, menambahkan bahwa konsep pelayanan yang diusung tetap mengedepankan nuansa Indonesian Home, yakni menjadikan hotel dan villa sebagai rumah kedua bagi para tamu.
“Kami ingin tamu merasa nyaman seperti di rumah sendiri. Pelayanan kami berikan secara personal dan penuh perhatian, baik untuk tamu hotel maupun villa,” kata Risman.
Sebagai salah satu inovasi, pihak manajemen akan menghadirkan konsep angkringan yang berlokasi di area Bundaran Bawah, tepatnya di pintu masuk kawasan Villa Sutan Raja Palu. Angkringan tersebut menyasar masyarakat umum dengan harga terjangkau.
“Angkringan ini kami tujukan untuk masyarakat Kota Palu. Semua bisa menikmati dengan harga yang relatif murah seperti angkringan pada umumnya,” ujarnya.
Selain itu, manajemen juga menyiapkan paket khusus Valentine dengan konsep berbeda. Jika umumnya identik dengan romantic dinner, Sutan Raja Palu justru menghadirkan konsep family dinner dengan sajian bernuansa tradisional.
“Kami tidak mengikuti tren western. Konsepnya lebih ke keluarga dan makanan tradisional, menyesuaikan kebutuhan masyarakat lokal,” jelas Risman.
Tidak hanya itu, promo khusus Ramadan juga telah disiapkan dan akan dirilis pada awal tahun ini, mencakup paket menginap maupun sajian berbuka puasa.
Terkait tingkat hunian, Glandys mengungkapkan bahwa pada 2025 sektor, hotel mengalami penurunan signifikan akibat efisiensi anggaran pemerintah, terutama karena hotel Sutan Raja Palu berbasis bisnis dan banyak melayani kegiatan pemerintahan.
“Untuk hotel memang sangat berdampak dan terjadi penurunan cukup jauh dibanding 2024. Namun untuk villa relatif stabil,” ungkapnya.
Stabilnya tingkat hunian villa dipengaruhi oleh konsep family stay, pemandangan alam, serta adanya tamu long stay. Pengunjung villa berasal dari masyarakat lokal maupun luar daerah yang melakukan pemesanan melalui agen perjalanan daring.
Dari sisi ketenagakerjaan, manajemen menegaskan komitmennya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 99 persen karyawan Villa dan Hotel Sutan Raja Palu merupakan masyarakat Sulawesi Tengah, sesuai dengan visi owner untuk memberdayakan masyarakat daerah.
“Untuk tenaga kerja mayoritas adalah putra-putri Sulawesi Tengah. Ini memang tujuan kami untuk ikut menyejahterakan masyarakat lokal,” pungkasnya.
Manajemen berharap ke depan pemerintah dapat kembali mengaktifkan kegiatan di hotel secara proporsional, agar roda ekonomi sektor pariwisata tetap berjalan dan mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.(rna)
Editor : Mugni Supardi