RADAR PALU - Pegadaian Kantor Area Palu terus mendorong peningkatan literasi investasi masyarakat, khususnya melalui instrumen emas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Mengemaskan Indonesia , yang sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam program Berani Sejahtera.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, mengatakan bahwa konsep sejahtera yang dimaksud Pegadaian bukan semata-mata soal pendapatan, melainkan kepemilikan aset yang dapat dimanfaatkan kapan saja oleh masyarakat.
“Logika kami sederhana, orang yang sejahtera itu adalah orang yang punya aset. Aset tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik pendidikan, modal usaha, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Salah satu aset yang paling mudah dimiliki masyarakat adalah emas,” ujar Putra saat memberi edukasi kepada Keluarga Besar Radar Palu Jawa Pos Group, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, investasi emas dipilih karena relatif aman, nilainya cenderung meningkat, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui sistem cicilan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu langsung membeli dalam jumlah besar.
“Kami menggagas agar setiap kepala keluarga di Sulteng minimal memiliki satu hingga dua gram emas per tahun. Kalau dicicil, nilainya hanya sekitar Rp400 ribu per bulan. Angka ini bahkan sering kali lebih kecil dibandingkan pengeluaran harian masyarakat,” jelasnya.
Putra menambahkan, dua gram emas memiliki nilai sekitar Rp3,6 juta hingga Rp4 juta. Dana tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, seperti membeli laptop bagi anak sekolah, yang sejalan dengan program Berani Cerdas.
“Dengan aset emas, keluarga bisa lebih siap. Misalnya untuk pendidikan anak, modal usaha kecil, atau kebutuhan darurat. Inilah bentuk sejahtera yang ingin kami bangun bersama pemerintah daerah,” ungkapnya.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Putra mengungkapkan, hanya tujuh hari setelah dirinya bertugas di Palu, pihak Pegadaian langsung menjalin komunikasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah.
“Hanya lima menit kami sampaikan konsep mengemaskan Indonesia yang inline dengan program Berani Sejahtera. Alhamdulillah, mendapat dukungan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pegadaian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 24 September, yang melahirkan Program Keluarga Emas.
Melalui program ini, Pegadaian berharap masyarakat Sulawesi Tengah semakin memahami pentingnya investasi sejak dini, serta mampu membangun ketahanan ekonomi keluarga berbasis aset.
“Edukasi menjadi kunci. Kami ingin masyarakat paham dulu, baru kemudian ikut berpartisipasi. Jangan sampai kita mengajak, tapi kita sendiri belum satu frekuensi,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi