Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wawali Genjot Pengembangan Bawang Merah Petobo untuk Tekan Inflasi

Rina Khalik • Senin, 12 Januari 2026 | 18:53 WIB

 

GENJOT PENGEMBANGAN: Wakil Wali Kota, Imelda Liliana Muhidin (kedua dari kanan) pada kegiatan pengembangan tanaman bawang merah di Petobo pada Senin (12/1/2026).
GENJOT PENGEMBANGAN: Wakil Wali Kota, Imelda Liliana Muhidin (kedua dari kanan) pada kegiatan pengembangan tanaman bawang merah di Petobo pada Senin (12/1/2026).

RADAR PALU - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mendorong pengembangan komoditas bawang merah di Kelurahan Petobo sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menekan inflasi, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Imelda mengatakan, pengembangan bawang merah di Petobo merupakan hasil komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan para petani setempat.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil komunikasi yang baik antara kita dengan para petani di daerah Petobo. Di sini ada sekitar 20 hektare lahan yang ditanami bawang, baik bawang merah maupun bawang merah batu untuk bawang goreng,” ujar Imelda kepada media saat ditemui pada Senin (12/1/2026).

Ia menyebutkan, salah seorang petani, Suwandi, turut memberdayakan petani lainnya dalam pengelolaan lahan tersebut, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani lokal.

Menurut Imelda, potensi produksi bawang merah di Petobo cukup besar. Dalam satu hektare lahan, hasil panen bawang merah bisa mencapai 10 hingga 15 ton.

“Kalau satu hektare bisa menghasilkan 10 sampai 15 ton, bisa dibayangkan kalau lima hektare yang ditanami bawang merah, hasilnya bisa sekitar 50 ton,” jelasnya.

Dengan potensi tersebut, Pemkot Palu berharap kebutuhan bawang merah di Kota Palu dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, sehingga ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

“Kita berharap pasokan bawang merah ke depan bisa berasal dari Kota Palu sendiri, tidak lagi terlalu bergantung dari luar daerah,” ungkapnya.

Selain mendorong produksi, Pemkot Palu juga melibatkan petani dalam kegiatan Car Free Day (CFD) melalui program Jamila (Belanja Minggu Tekan Inflasi).

Dalam program ini, petani menjual langsung hasil pertanian seperti bawang merah, cabai, tomat, dan komoditas lainnya dengan harga di bawah harga pasar.

“Kita mengajak para petani untuk hadir di CFD melalui program Jamila. Program ini sudah berjalan sekitar satu sampai dua bulan dan alhamdulillah berjalan dengan baik. Masyarakat juga sangat antusias,” kata Imelda.

Ia berharap pengembangan bawang merah di Petobo serta pelaksanaan program Jamila dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Palu.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Inflasi Kota Palu #Bawang Merah #Imelda Liliana Muhidin #Pemkot Palu #Ketahanan pangan Palu #Wawali Palu #Pengendalian inflasi daerah #Petani Petobo #Program Jamila Palu