Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Antisipasi Dampak Kenaikan Harga, DPKP Palu Optimalkan Distribusi Ikan dari TPI 

Rina Khalik • Rabu, 7 Januari 2026 | 01:07 WIB
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Madyawati.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Madyawati.

RADAR PALU - Harga ikan laut di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu yang masih terbilang tinggi dibenarkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu. 

Menurut Kepala Bidang Perikanan DPKP Palu, Madyawati bahwa kondisi ini dipengaruhi cuaca ekstrem yang menghambat aktivitas nelayan untuk melaut, sehingga pasokan ikan ke pasar berkurang.

Harga ikan seperti katombo atau selar saat ini masih berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Untuk harga ikan ini masih tinggi seperti katombo, cakalang, lajang itu masih tinggi. Katombo yang paling naik, masih di harga Rp60 ribu,” ujar Madyawati saat ditemui pada Selasa (6/1/2026).

Selain itu, untuk harga ikan cakalang Rp45 ribu per kg, ikan kembung Rp50 ribu per kg, dan tongkol Rp40 ribu per kg.

Ia menjelaskan, masyarakat sering kali menyebut katombo sebagai ikan kembung. Namun secara teknis, katombo merupakan jenis ikan selar, sementara kembung dikenal masyarakat lokal dengan sebutan ikan rumah-rumah.

“Harga ini berlaku di dua pasar, salah satunya Pasar Masomba. Rata-rata memang di kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” ungkapnya.

Menurut Madyawati, faktor utama kenaikan harga ikan disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Angin kencang dan gelombang besar membuat nelayan kesulitan melaut, terutama pada bulan-bulan tertentu.

“Memang kalau bulan September, Oktober, sampai Desember itu angin barat. Ombak besar dan angin kencang, itu yang menghambat nelayan untuk turun melaut,” katanya.

Selain cuaca, meningkatnya permintaan ikan menjelang akhir tahun juga turut memengaruhi harga di pasaran. Sementara permintaan naik, pasokan ikan justru menurun.

“Jadi itu juga memicu kenaikan harga. Dari awal desember sebenarnya sudah mulai naik,” ujarnya.

Madyawati menyebutkan, pada kondisi normal harga ikan katombo biasanya berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Namun hingga kini harga tersebut belum kembali turun.

Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga terhadap konsumsi masyarakat, pihaknya berupaya mengoptimalkan pasokan ikan dari Tempat Pembongkaran Ikan (TPI), khususnya dari wilayah Lambara.

“Kami berupaya mengamankan pasokan supaya cukup di pasaran. Tapi kalau pun harga ikan naik, masih ada alternatif lain untuk masyarakat,” katanya.

Alternatif tersebut antara lain ikan air tawar. Meski demikian, Madyawati mengakui hingga saat ini belum ada kebijakan khusus berupa intervensi harga.

Terkait rencana pelaksanaan Pasar Ikan Murah, Madyawati mengatakan program tersebut masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan bisa direalisasikan pada tahun 2026 mendatang.

“Kemarin sebenarnya sudah direncanakan, tapi belum bisa terlaksana karena keterbatasan anggaran. Mudah-mudahan tahun ini bisa berjalan, mungkin bekerja sama dengan BI,” jelasnya.

Ia memperkirakan harga ikan akan kembali normal pada Januari atau Februari, namun berpotensi kembali naik menjelang bulan Ramadan.

“Itu yang kami antisipasi,” ujarnya.

Madyawati juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak panik dalam berbelanja menghadapi kenaikan harga ikan. “Kalau ikan mahal, bisa kita cari alternatif lain. Yang penting berbelanja bijak,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Harga Ikan #DPKP Kota Palu #Perikanan #TPI Lambara #NTP Nelayan #Pasar Masomba