Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Selama 2025, Pasar Murah-Gade Nolumako Dibanjiri Anggaran Rp890 Juta

Rina Khalik • Kamis, 1 Januari 2026 | 20:33 WIB

 

DITINGKATKAN DI 2026 : Kegiatan program Gade Nolumako yang dirangkaikan dengan Pasar Murah di Taman Lasoso, Kota Palu, Senin (29/12/2025) lalu.
DITINGKATKAN DI 2026 : Kegiatan program Gade Nolumako yang dirangkaikan dengan Pasar Murah di Taman Lasoso, Kota Palu, Senin (29/12/2025) lalu.

RADAR PALU - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp890 juta untuk pelaksanaan program Gade Nolumako hingga Pasar Murah sepanjang tahun 2025.

“Kalau tahun kemarin anggaran kita sampai Rp890 juta, ini kita nanti minta ke Pemkot, dalam hal ini Bapak Wali Kota, untuk anggarannya ditambah karena permintaan masyarakat cukup antusias dengan pasar murah," ungkap Kepala Disperdagind Kota Palu, Zulkifli, saat ditemui media ini di kegiatan program Gade Nolumako yang dirangkaikan dengan Pasar Murah di Taman Lasoso, Kota Palu, Senin (29/12/2025) lalu.

Kegiatan ini sebagai upaya Disperdagind Kota Palu untuk memperkuat pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok di akhir tahun, dengan melibatkan sejumlah mitra strategis diantaranya Bank Indonesia (BI) dan Indomaret.

Zulkifli menjelaskan, bahwa Gade Nolumako dan Pasar Murah digelar sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menyambut Tahun Baru sekaligus menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran.

“Program ini kita laksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Palu,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Disperdagind menyediakan sejumlah komoditas bersubsidi, antara lain gula pasir seharga Rp15 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan 2 liter Rp36 ribu, bawang merah Rp24 ribu per kilogram, susu Frisian Flag 545 gram Rp15 ribu, serta kecap ABC 600 gram Rp17 ribu.

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan pasar murah dan Gade Nolumako dilakukan secara bergilir di tiga wilayah Kota Palu guna menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Untuk hari ini kita buka di wilayah Palu Barat, hari Selasa (30/12/2025) di wilayah Petobo, dan hari Rabu (31/12/2025) di wilayah Tondo,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi di setiap titik pelaksanaan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar.

Disperdagind Kota Palu berharap melalui sinergi lintas sektor bersama BI, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya, program ini dapat memberikan dampak nyata bagi stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Zulkifli menyampaikan bahwa Disperdagind Kota Palu berkomitmen meningkatkan kualitas dan cakupan program serupa di tahun mendatang.

“Dan untuk 2026 insya Allah kita akan lebih tingkatkan lagi dari ini," ungkapnya.

Menurutnya, ke depan pihaknya berharap lebih banyak kolaborasi untuk pelaksanaan pasar murah, apakah itu dengan Dinas Pertanian, kemudian juga dengan beberapa perusahaan dan para pemangku kepentingan dalam hal pengendalian inflasi serta pemenuhan kebutuhan pokok.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palu. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, yang turut meninjau lokasi kegiatan, memastikan program berjalan tertib dan tepat sasaran.

Dengan pelaksanaan berkelanjutan hingga akhir Desember 2025, Disperdagind menargetkan pasar murah dan Gade Nolumako dapat terus membantu masyarakat, menekan potensi lonjakan harga, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang akhir tahun.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Stabilitas harga pangan #Radar Palu Jawa Pos Group #pasar murah #Gade Nolumako #Ekonomi Daerah #inflasi #Disperdagind Palu