RADAR PALU - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu berhasil mencapai target sertifikasi aset daerah menjelang akhir tahun 2025, yang menjadi langkah strategis dalam mendukung pendapatan asli daerah (PAD) dan tertib administrasi aset yang diharapkan KPK.
Kepala Kantor BPN Kota Palu, Susetyo Nugroho, menyampaikan bahwa dari target 50 sertifikat, seluruhnya telah terealisasi bahkan melebihi ekspektasi awal. Hal ini disampaikannya saat ditemui pada Selasa (30/12/2025).
“Kami melaporkan ke Pak Wali bahwa target sertifikasi sudah tercapai dan memenuhi harapan KPK. Lebih jauh, kita perlu menyesuaikan nilai-nilai tanah di Kota Palu supaya bisa menambah pemasukan ke dalam pendapatan Kota Palu,” ujar Susetyo.
Selain sertifikasi, BPN juga mendorong penyesuaian nilai tanah untuk membuka peluang peningkatan PAD, yang diharapkan memberi kontribusi nyata bagi ekonomi lokal menjelang penyusunan anggaran 2026. Kerja sama erat dengan Pemerintah Kota Palu menjadi fokus utama dalam mewujudkan hal ini.
Terkait perkembangan ekonomi kota, Susetyo menilai peningkatan sengketa tanah sebagai indikator positif.
“Sengketa meningkat karena nilai tanah naik, itu tanda kota berkembang dan berdampak pada ekonomi Kota Palu secara keseluruhan,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini dan langkah strategis lainnya, BPN optimis mendukung Pemkot dalam pengelolaan aset daerah yang produktif, transparan, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
BPN juga tetap melayani masyarakat bahkan pada hari libur, difokuskan untuk pemeliharaan data pertanahan.
“Kami tetap buka layanan, khusus untuk masyarakat yang membutuhkan, meski layanan bersifat terbatas,” jelas Susetyo.(rna)
Editor : Mugni Supardi