RADAR PALU - Tingkat hunian hotel di Kota Palu sepanjang tahun 2025 masih menunjukkan kondisi fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya kegiatan pemerintahan dan korporasi seiring kebijakan efisiensi anggaran.
Menyikapi kondisi tersebut, Parama Su Hotel Palu melakukan penyesuaian strategi dengan mengoptimalkan pasar event sosial.
General Manager Parama Su Hotel, Djarot Waskita Murti, mengatakan saat ini hotel lebih banyak mengandalkan kegiatan sosial seperti pesta pernikahan, ulang tahun, hingga acara tunangan untuk menjaga tingkat kunjungan.
“Sepanjang 2025 okupansi masih berfluktuatif. Event-event pemerintahan dan korporat memang berkurang karena efisiensi, sehingga kami melakukan shifting market ke wedding dan ulang tahun,” ujar Djarot kepada Radar Palu saat ditemui pada Jumat (26/12/2025).
Menurutnya, selain pernikahan dan ulang tahun, Parama Su Hotel juga beberapa kali menjadi lokasi acara tunangan yang umumnya diselenggarakan di luar ruangan (outdoor). Segmen ini dinilai cukup potensial karena memiliki pasar tersendiri.
Djarot menjelaskan, Parama Su Hotel berada di bawah naungan Azana Hospitality, salah satu grup manajemen hotel nasional yang saat ini mengelola sekitar 86 hotel di berbagai daerah di Indonesia. Persebaran hotel Azana meliputi wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, NTB hingga Papua.
“Parama Su Hotel Palu ini dikelola oleh Azana Hospitality. Untuk Sulawesi sendiri baru ada satu, yaitu di Palu,” jelasnya.
Sementara itu pihak manajemen bertugas menjalankan operasional dan pelayanan hotel agar dapat menjangkau seluruh segmen pasar.
Dari sisi sumber daya manusia, Parama Su Hotel turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Djarot memastikan seluruh karyawan hotel merupakan putra daerah Palu.
“Semua karyawan di sini adalah putra daerah. Untuk manajemen memang dari luar, tapi operasional sepenuhnya melibatkan tenaga lokal,” katanya.(rna)
Editor : Mugni Supardi