Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dorong Target Net Zero Emission 2060, IMIP Perkuat Transisi Energi

Talib • Sabtu, 20 Desember 2025 | 23:12 WIB

 

Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah menerapkan transisi energi dan pengendalian emisi sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission 2060.
Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah menerapkan transisi energi dan pengendalian emisi sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission 2060.

RADAR PALU - Kawasan industri terintegrasi Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmennya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui strategi transisi energi, pengendalian emisi, serta kompensasi karbon yang terstruktur dan terukur.

Upaya tersebut tertuang dalam peta jalan CSR-Environmental IMIP 2030 yang mewajibkan seluruh tenant di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, menerapkan kebijakan transisi energi secara menyeluruh, mulai dari teknologi produksi, konversi sumber energi, hingga efisiensi lini operasional.

“Sebagai kawasan industri terintegrasi dari hulu ke hilir, semua tenant wajib mematuhi kebijakan transisi energi dan pengurangan emisi yang kami tetapkan secara internal.

Tidak hanya patuh, tetapi juga berkontribusi pada target penurunan emisi nasional,” ujar Head of Environmental Department PT IMIP, Yundi Sobur, Sabtu (20/12/2025).

Sejumlah tenant telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan. PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC), misalnya, memanfaatkan teknologi waste heat recovery dengan menggunakan uap bertekanan dari proses produksi asam sulfat untuk memasok hingga 70 persen kebutuhan listrik operasional.

Sementara itu, PT Dexin Steel Indonesia (DSI) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 65,89 megawatt dengan progres pembangunan mencapai 80 persen per Oktober 2025.

DSI juga mengoperasikan PLTU Gas Buang yang mengubah panas sisa pembakaran tungku smelter menjadi energi listrik. Teknologi ini mampu menekan emisi hingga 2,4 juta ton CO₂ serta menghemat sekitar 980.000 ton batu bara per tahun.

Selain transisi energi, IMIP memperkuat pengendalian emisi melalui pemasangan perangkat teknologi sesuai karakteristik industri tenant.

Perangkat tersebut meliputi electrostatic precipitator dengan efisiensi 90–99 persen untuk pengendalian partikulat halus, wet scrubber berdaya efisiensi hingga 90 persen untuk industri hidrometalurgi, serta flue gas desulfurization yang mampu menekan emisi sulfur dioksida (SO₂) hingga 99 persen.

Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah menerapkan transisi energi dan pengendalian emisi sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission 2060.
Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah menerapkan transisi energi dan pengendalian emisi sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission 2060.

Yundi mengakui, tantangan utama transisi energi masih terkait investasi infrastruktur energi terbarukan, keterbatasan sumber energi matahari dan angin, serta kompatibilitas teknologi lama dan baru.

Kendati demikian, IMIP menegaskan komitmen tersebut tidak akan dikendurkan.

Sebagai pelengkap, IMIP menjalankan program kompensasi emisi melalui penghijauan. Sepanjang 2018–2025, IMIP telah menanam 70.188 bibit mangrove di lahan seluas 5,62 hektare di kawasan industri dan beberapa desa di Kecamatan Bahodopi.

Dengan tingkat keberlangsungan hidup sekitar 50 persen, potensi karbon yang tersimpan mencapai 8.828,65 ton CO₂ ekuivalen.

Program rehabilitasi mangrove juga dilakukan di luar kawasan industri, seperti di Teluk Palu sebanyak 1.000 bibit pada November 2025 serta 30.000 bibit di Pandansari, Brebes, Jawa Tengah.

Inisiatif carbon offset ini memiliki potensi simpanan karbon hingga 10.550,55 ton CO₂ ekuivalen.

Di dalam kawasan, IMIP juga memenuhi kewajiban ruang terbuka hijau (RTH) seluas 1.937,9 hektare.

Di area tersebut telah ditanam 64.425 tanaman terestrial dengan potensi simpanan karbon sebesar 13.559 ton CO₂ ekuivalen.

“Hingga 2030, target kami menanam total 400.000 pohon, baik mangrove maupun terestrial. Inovasi teknologi kami jalankan seiring dengan upaya pengurangan karbon melalui penanaman,” kata Yundi.

Selain itu, IMIP secara bertahap mengoperasikan 502 unit alat berat listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, sekaligus memperkuat langkah menuju industri hijau berkelanjutan. ***

Editor : Talib
#pengendalian emisi #transisi energi #IMIP #Net zero emission #Industri Hijau