RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3,6 miliar dari APBD Kota Palu Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan sarana pendukung layanan Bus Trans Palu, berupa 20 unit halte dan 80 unit bus stop (penanda bus berhenti).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, mengungkapkan bahwa total anggaran tersebut terbagi untuk dua paket pekerjaan, masing-masing pembangunan halte dan bus stop.
“Kalau halte jumlahnya 20 unit, kalau bus stop kurang lebih 80 unit,” ujar Trisno kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Selasa (16/12/2025).
Berdasarkan data Dishub Kota Palu, anggaran pembangunan 20 halte tercatat sebesar Rp1.456.367.133, sementara pembangunan 80 bus stop menelan anggaran Rp2.207.472.977. Seluruh pendanaan bersumber dari APBD Kota Palu Tahun Anggaran 2025.
Trisno menjelaskan, penyelesaian pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2025, seiring dengan kewajiban penyerapan anggaran dalam tahun berjalan.
“Yang masih progres sekitar 40 persen itu bus stop. Tapi kita perkirakan sebelum tanggal 25 atau paling lama tanggal 27-28 Desember sudah clear semua,” jelasnya.
Selain progres fisik, Dishub juga memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan aset, mengingat fasilitas umum berpotensi mengalami kerusakan atau kehilangan jika tidak dijaga bersama.
Sejumlah halte dan bus stop, lanjut Trisno, dilengkapi panel surya (solar cell) untuk penerangan malam hari, yang diharapkan dapat menekan biaya operasional jangka panjang sekaligus meningkatkan keamanan pengguna.
Dengan rampungnya pembangunan tersebut, Dishub menargetkan optimalisasi layanan Bus Trans Palu mulai 1 Januari, meski masih disertai evaluasi rute.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tarif Bus Trans Palu masih berpihak pada masyarakat, di mana pelajar dan mahasiswa tetap gratis, sementara penumpang umum hanya dikenakan satu kali pembayaran untuk perjalanan maksimal dua jam.(rna)
Editor : Mugni Supardi