Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

OJK Sulteng Luncurkan Buku Saku Literasi Keuangan, Dorong PMI Jadi Pahlawan Devisa yang Cerdas Finansial

Mugni Supardi • Rabu, 17 Desember 2025 | 09:34 WIB
Bertepatan dengan peringatan Hari Migran Internasional 2025, OJK Sulteng meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI dan keluarga, Selasa (16/12).
Bertepatan dengan peringatan Hari Migran Internasional 2025, OJK Sulteng meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI dan keluarga, Selasa (16/12).

RADAR PALU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menaruh perhatian serius pada literasi keuangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bertepatan dengan peringatan Hari Migran Internasional 2025, OJK Sulteng meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI dan keluarga, Selasa (16/12).

Peluncuran buku saku itu dirangkaikan dengan kegiatan edukasi keuangan bertema Sikapi Uang dengan Bijak yang digelar di Gedung Nakertrans Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari calon PMI tujuan Jepang dan Singapura, keluarga PMI, serta purna PMI.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, mengatakan pekerja migran memiliki peran strategis sebagai pahlawan devisa sekaligus penopang ekonomi keluarga. Namun, peran besar itu harus dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan secara cerdas.

“PMI perlu dibekali pemahaman keuangan sejak sebelum berangkat, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke tanah air. Literasi keuangan menjadi kunci agar hasil kerja keras mereka benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” ujar Bonny.

Melalui buku saku tersebut, PMI dan keluarga diharapkan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan pendapatan dan remitansi, hingga pemanfaatan produk jasa keuangan yang legal dan aman.

Dalam sesi edukasi, OJK juga mengingatkan peserta agar waspada terhadap maraknya investasi bodong, pinjaman online ilegal, serta penipuan digital yang kerap menyasar PMI.

Bonny menegaskan pentingnya memastikan legalitas setiap produk dan layanan keuangan sebelum digunakan.

“Jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan tidak wajar. Sikap bijak dalam mengelola uang akan menentukan kesejahteraan PMI setelah purna bekerja,” tegasnya.

Kegiatan ini turut melibatkan Bank Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan. Bank Indonesia memberikan edukasi terkait pengelolaan remitansi yang aman serta penggunaan sistem pembayaran formal lintas negara. Sementara BPJS Ketenagakerjaan menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi PMI.

 

Kepala Balai BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal, mengapresiasi sinergi lintas lembaga tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam upaya melindungi PMI dan keluarganya dari risiko keuangan.

Melalui kolaborasi ini, OJK berharap PMI dan keluarga semakin cerdas finansial, terhindar dari penipuan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi bagi perekonomian nasional.(*/acm)

Editor : Mugni Supardi
#pmi #Hari Migran Internasional 2025 #Literasi Keuangan #Buku Saku Literasi Keuangan #OJK Sulteng #edukasi keuangan #Otoritas Jasa Keuangan