RADAR PALU - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kopi Indonesia (DPD ASKI) Sulawesi Tengah resmi dilantik di Palu untuk periode 2025-2030.
Ketua terpilih, Fildzah M Djafar, menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk kembali mengabdi bagi perkembangan kopi Sulteng yang telah membesarkan namanya.
Dalam sambutannya, Fildzah mengisahkan perjalanan awal dirinya di dunia kopi yang dimulai dari kebun di Napu, Kabupaten Poso. Di tanah itu, ia banyak berdiskusi dengan petani, menyaksikan proses budidaya, hingga akhirnya menembus panggung kompetisi nasional dan internasional.
"Sulawesi Tengah telah membentuk cara saya melihat kopi, bekerja dengan kopi, dan memperjuangkan kopi," ujar Fildzah dalam sambutannya pada Jumat (12/12/2025).
Fildzah menuturkan pada tahun 2023 ia mengikuti dua kompetisi bergengsi, satu tingkat nasional dan satu kompetisi internasional. Keduanya berhasil ia menangkan menggunakan biji kopi fine robusta yang ditanam, diproses, dan diroasting di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kopi Sulteng mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, ketika dipercaya memimpin DPD ASKI Sulteng, ia merasa inilah saatnya kembali berkontribusi bukan hanya sebagai barista champion, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang ingin mengangkat martabat kopi daerah.
"ASKI akan hadir menjadi jembatan antara hulu dan hilir, antara petani dan konsumen, antara tradisi dan inovasi yang paling penting antara potensi dan kenyataan," tegasnya.
DPD ASKI Sulteng di bawah kepemimpinannya akan fokus pada tiga pilar utama yaitu peningkatan kapasitas, integrasi komunitas, dan visibilitas pasar. Fildzah menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci, sebab tidak ada pihak yang bisa membangun ekosistem kopi seorang diri.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ASKI, Irsan Yumeno, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal perjalanan besar untuk menempatkan kopi Sulawesi Tengah sebagai salah satu legenda rasa Nusantara.
"Hari ini adalah deklarasi komitmen kita bersama. Sebuah sumpah bahwa kita akan bekerja keras untuk menempatkan kopi Sulawesi Tengah sebagai legenda rasa yang dicari di dunia," ujar Irsan.
Dalam sambutannya, Irsan sempat mencicipi kopi robusta dari kebun yang ada di Napu, yang berada pada ketinggian 1.600 mdpl. Ia mengatakan karakter kopi tersebut sangat layak dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Irsan menyampaikan tiga pilar aksi yang harus menjadi landasan kerja DPD ASKI Sulteng adalah kualitas dan kompetensi, pasar dan promosi, serta kolaborasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan standar kualitas, pelatihan petani, penguatan branding, serta kerja sama lintas sektor termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri.
Ia berharap pemerintah dan stakeholder dapat mendukung pembukaan akses pasar, termasuk ke tingkat internasional, agar potensi kopi Sulteng dapat ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi nyata.
Irsan menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada pengurus baru adalah tugas mulia yang menuntut integritas dan kerja nyata.
"Jangan hanya menjadi pengurus di atas kertas. Jadilah pemimpin yang turun ke kebun, mendengarkan keluh-kesah petani, dan berani berinovasi," katanya.
Ia juga mengajak seluruh stakeholder petani, roaster, eksportir, hingga pemerintah daerah untuk menggenggam semangat satu rasa dan satu tujuan.
"Jika kita bersatu, kita tidak hanya menjual komoditas. Kita menjual kebanggaan Palu, jiwa Sulawesi Tengah kepada dunia," ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Irsan menyampaikan harapan besar kepada DPD ASKI Sulteng untuk membawa kopi daerah ini menuju panggung global. "Mari bekerja, berkarya, dan mengharumkan Palu melalui secangkir kopi yang mendunia," tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi