RADAR PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid kembali menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi sebagai strategi utama menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kota Palu.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan TP2DD Kota Palu.
Dalam kesempatan tersebut, Hadianto menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak sehingga Kota Palu meraih pengakuan dari pemerintah pusat atas keberhasilan menjaga inflasi selama 2025. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan standar kinerja yang harus dipertahankan.
"Apresiasi yang kita dapat bukan untuk kebanggaan semata, tapi menjadi standar bahwa kita sudah berada pada jalur yang benar," ujar Wali Kota, Hadianto Rasyid dalam sambutannya pada Kamis (11/12/2025).
Dengan mengusung tema Akselerasi Digital dan Kendali Inflasi Jelang Natal, Wali Kota menekankan penerapan transaksi digital di pasar-pasar tradisional. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu masyarakat lebih bijak dalam berbelanja.
"Biasanya kalau orang transaksi digital pasti cek saldo dulu. Itu membuat masyarakat tidak panik berbelanja jelang hari besar," katanya.
Hadianto juga menekankan pentingnya sosialisasi pola konsumsi agar masyarakat tidak membeli bahan pangan secara berlebihan. Ia mencontohkan perilaku masyarakat di negara lain yang membeli makanan secukupnya sesuai kebutuhan harian.
Selain itu, Wali Kota juga meminta seluruh pelaku usaha di pasar-pasar Kota Palu mulai beralih ke sistem transaksi digital secara bertahap.
Ia mengapresiasi masukan dari perbankan, termasuk BNI, yang mendorong pemberian insentif bagi pedagang yang sudah menggunakan transaksi non-tunai. Upaya ini dinilai dapat membantu mengurangi peredaran uang tunai di pasar sehingga tekanan inflasi lebih terkendali.
Dalam laporan Kepala BPS, Kota Palu disebut masuk dalam 20 kota dengan ketahanan pangan yang baik. Hadianto menilai hal ini menjadi modal penting menghadapi potensi lonjakan inflasi pada 2026.
Namun demikian ia mengingatkan perlunya penguatan pasokan sejumlah komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi, seperti telur, ayam, ikan, cabai, tomat, dan sayuran.
"Tahun 2026 pasti akan ada lonjakan permintaan. Pasar yang sekarang saja menghadapi persoalan pasokan, apalagi nanti. Maka ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, pertanian, dan seluruh pihak," jelasnya.
Menutup arahannya, Wali Kota meminta seluruh OPD terkait untuk menyiapkan langkah strategi pengendalian inflasi yang tidak hanya fokus pada periode Nataru, tetapi juga menghadapi tantangan ekonomi di 2026.
"Rakor TPID ini momentum menyusun langkah-langkah strategis agar tema akselerasi digitalisasi dan kendali inflasi tidak hanya menjelang Nataru, tapi juga untuk stabilitas harga sepanjang 2026," tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi