RADAR PALU - BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan kualitas layanan bagi seluruh pekerja, khususnya di Kota Palu dan Sulawesi Tengah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, Luky Julianto, menjelaskan empat kemudahan yang kini menjadi fokus lembaga tersebut, yakni mudah tahu informasi, mudah daftar, mudah bayar iuran, dan mudah klaim.
Menurutnya, poin pertama yang sangat penting adalah memastikan masyarakat memahami terlebih dahulu apa itu jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk manfaat dari tiap program yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.
"Harus paham manfaat programnya dan apakah program tersebut benar-benar dibutuhkan. Kalau mereka sudah tahu dan merasa perlu, berarti target kami sudah tercapai," ujar Luky dalam kegiatan Dialog Luar Studio RRI Palu di Kantor BPJS Ketenagakerjaan pada Rabu (10/12/2025).
Kemudahan kedua adalah akses pendaftaran. Banyak pekerja kata Luky, sebenarnya sudah mengetahui manfaat jaminan sosial, tetapi tidak tahu cara mendaftar.
"Itu menjadi PR tersendiri. Karena itu proses pendaftaran harus mudah. Sekarang bisa lewat perisai bahkan lewat handphone," jelasnya.
BPJS Ketenagakerjaan memperluas kanal pendaftaran melalui kerja sama dengan perbankan, serikat pekerja, komunitas, hingga agen-agen resmi.
Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui mobile banking maupun platform pembayaran digital seperti OVO.
Kemudahan ketiga adalah pembayaran iuran. Luky mengatakan BPJS Ketenagakerjaan memastikan peserta dapat membayar iuran dari kanal mana saja, kapan pun.
"Bulan ini bayar lewat Perisai, bulan depan lewat mana? Semua sudah kami sediakan agar mudah," ucapnya.
Poin keempat yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah soal layanan klaim, terutama klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Namun, Luky menegaskan bahwa sistem klaim kini jauh lebih cepat dan sederhana, terutama dalam kondisi darurat.
Ia mencontohkan, jika peserta mengalami kecelakaan kerja, mereka cukup dibawa ke rumah sakit terdekat dan menunjukkan KTP.
"Rumah sakit akan mengecek eligibilitas peserta secara host-to-host dengan sistem kami. Jika terdaftar, langsung kami approve dan biaya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Peserta langsung mendapat layanan,” jelasnya.
Luky menekankan pentingnya peserta memberi tahu keluarga atau orang-orang terdekat bahwa mereka telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar dalam kondisi darurat, langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Empat kemudahan tersebut lanjut Luky, diturunkan ke dalam sejumlah aksi dan kerja sama strategis.
BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Pemerintah Kota Palu, serikat pekerja, LSM, serta berbagai komunitas untuk memperluas edukasi terkait BPJS Ketenagakerjaan .
"Baru-baru ini kami kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Komunitas seperti itu lebih mudah menyampaikan informasi dengan bahasa mereka. Dampaknya lebih cepat," ujarnya.
Saat ini, sekitar 250 ribu pekerja rentan di Sulawesi Tengah sudah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan memperkuat jaringan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).
Hampir seluruh rumah sakit di Sulawesi Tengah kini menjadi PLKK, sehingga peserta, terutama pekerja rentan yang tidak memahami administrasi rumah sakit, bisa mendapat pelayanan cepat dan tanpa hambatan.
"Misalkan pekerja jalan ke sawah lalu terjatuh, cukup ceritakan ke rumah sakit dan tunjukkan KTP. Keluarga mengisi formulir F1, setelah itu kami approve dan layanan langsung jalan. Semudah itu," tegas Luky.
Ia memastikan inovasi layanan terus diperkuat agar peserta mendapatkan perlindungan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi