RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu memastikan langkah pengendalian inflasi terus dilakukan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menegaskan sejumlah kebijakan serta cara sudah disiapkan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan tidak terjadi kepanikan di masyarakat.
"Hari ini kita rakor inflasi terkait persiapan Natal dan Tahun Baru. Ada beberapa aksi yang akan kita lakukan yaitu Gadenolumaku di empat tempat. Karena pasar murah sudah selesai hari ini. Ada di Polresta di tanggal 4 dan 5," ujar Imelda kepada awak media saat ditemui pada Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, pasar murah terakhir berlangsung hari ini di Polresta, dilanjutkan dengan kegiatan bulanan besok, dan Gadenolumaku kembali digelar tanggal 9 Desember. Kegiatan ini juga menyasar rumah ibadah.
"Ini khususnya ke teman-teman kita yang Kristiani. InsyaAllah dilakukan di beberapa gereja di Kota Palu," jelasnya.
Wawali menyebutkan saat ini terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun masih dalam kategori wajar. "Kita berharap memang ada beberapa harga komoditas yang naik, tapi itu bawang merah saja kalau ngak salah ya. Kalau telur kan memang beberapa dari kemarin," ucapnya.
Ia mengakui stok telur sering terpengaruh karena banyak digunakan untuk kebutuhan MBG sehingga pasokan mudah terganggu. Meski demikian, kondisi pasar di Kota Palu tetap terkendali.
"Alhamdulillah masyarakat kita tidak ada yang panic buying. Semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada kegelisahan di masyarakat terkait harga," tegasnya.
Sebagai bentuk intervensi, Pemkot berencana menggandeng petani untuk menstabilkan supply bawang merah.
"Saya akan bicara dengan beberapa petani insyaAllah besok. Siapa tahu mereka bisa ikut sama-sama kita hari Minggu atau bersama Bapak nanti di kegiatan Gadenolumakunya," ujarnya.
Selain komoditas pangan, Pemkot juga memantau ketat distribusi LPG 3 kilogram. Inspeksi mendadak sebelumnya telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagind) Kota Palu.
"Sidak LPG sudah dilakukan dua minggu lalu di daerah Pantoloan. Itu didapat, dan tindakan tegas dilakukan seperti ditarik, kuotanya dikurangi, LPG-nya ditarik dan diganti dengan LPG 12 kilo yang pink, itu sanksi tegasnya," ungkap Imelda.
Pemkot meminta warga aktif melapor apabila menemukan pangkalan menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kepada masyarakat yang menemukan harga di atas HET untuk LPG, minta tolong di foto supaya ada buktinya. Tidak bisa hanya mendengar katanya-katanya. Harus ada bukti foto, nama pangkalannya, dan alamat jelas supaya perindag bisa turun memberi sanksi," tegasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkot berharap kondisi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap stabil selama periode Nataru.(rna)
Editor : Mugni Supardi