Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

HUT OJK ke-14 Meriah: Edu Night Run dan Festival UMKM Genjot Ekonomi Sulteng

Talib • Sabtu, 22 November 2025 | 21:34 WIB

 

 

Ketua OJK Sulteng Bonny Hardi Putra melepas peserta Edu Night Run di Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (22/11/2025).
Ketua OJK Sulteng Bonny Hardi Putra melepas peserta Edu Night Run di Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (22/11/2025).

RADAR PALU - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke-14 di Sulawesi Tengah berlangsung meriah. Dua agenda besar—Edu Night Run dan Festival UMKM & Akses Permodalan—menjadi motor penggerak antusiasme publik sekaligus sarana memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Sabtu malam (22/11/2025), hampir 1.000 peserta memadati Lapangan Vatulemo untuk mengikuti Edu Night Run sejauh lima kilometer.

Acara ini dilepas langsung oleh Ketua OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, bersama Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin. Barisan door prize berjajar di depan panggung, sementara seluruh peserta mendapat piagam penghargaan.

Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah adanya perlindungan asuransi bagi seluruh pelari. PT Askrindo memberikan Asuransi Personal Accident senilai lebih dari Rp3,7 miliar.


“Ini bentuk dukungan terhadap keselamatan peserta sekaligus kontribusi bagi event keuangan inklusif,” kata Branch Manager Askrindo Sulteng, Faizal Fahd.

Inilah rute  Edu Night Run dan jaminan asuransi personal dari PT Askrindo Sulteng.
Inilah rute Edu Night Run dan jaminan asuransi personal dari PT Askrindo Sulteng.

Festival UMKM: Wadah Integrasi Ekonomi dan Keuangan Daerah

Sehari sebelumnya, OJK Sulteng menggelar Festival UMKM dan Akses Permodalan, ajang yang mempertemukan pelaku usaha, perbankan, lembaga pembiayaan, dan masyarakat. Acara ini menjadi sorotan karena menyatukan beragam pelaku ekonomi dalam satu ruang interaksi dan peluang bisnis.

Bonny Hardi Putra menegaskan dua hal: stabilitas sektor jasa keuangan dan inklusi keuangan. Keduanya, menurutnya, menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang sehat.

“Peran OJK bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan seluruh lapisan masyarakat—termasuk UMKM—memiliki akses setara pada layanan keuangan,” ujarnya.

Bonny juga menegaskan pentingnya kolaborasi lembaga keuangan dan pelaku UMKM. Saat ini terdapat 65,5 juta UMKM di Indonesia, yang menyumbang 61,9% PDB nasional dan menyerap 119 juta tenaga kerja. Namun tantangan klasik seperti akses pembiayaan, digitalisasi, dan integrasi sistem keuangan masih menjadi hambatan.

Digitalisasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Transformasi digital terbukti menjadi peluang terbesar sektor UMKM. Melalui QRIS, lebih dari 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant telah menikmati layanan transaksi cepat dan efisien—dan 93 persen merchant-nya adalah UMKM. Sepanjang 2025, transaksi QRIS telah mencapai 6,5 miliar transaksi dengan nilai Rp579 triliun.

“Digitalisasi bukan sekadar memudahkan transaksi, tapi membuka akses pembiayaan berbasis rekam jejak digital,” jelas Bonny.

Melalui rangkaian HUT ke-14 ini, OJK menegaskan perannya sebagai financial ecosystem enabler—pembentuk ruang kolaboratif antara pemerintah, pelaku IJK, UMKM, dan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera melalui ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan,” tutup Bonny.

Dengan pendekatan yang menggabungkan edukasi, olahraga, dan kolaborasi ekonomi, peringatan HUT OJK tahun ini tidak sekadar seremoni.

Namun menjadi strategi memperkuat kepercayaan publik, mengaktivasi ekonomi lokal, dan mendorong UMKM naik kelas melalui integrasi keuangan yang modern dan mudah diakses. ***

 

Editor : Talib
#Edu Night Run #Digitalisasi Keuangan #umkm #OJK Sulteng #Inklusi Finansial