Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wawali Palu Dorong UMKM Sulteng Tingkatkan Kualitas dan Masuk Pasar Nasional-Internasional

Mugni Supardi • Sabtu, 22 November 2025 | 13:58 WIB
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, mendorong pelaku UMKM di Kota Palu dan Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pangsa pasar.
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, mendorong pelaku UMKM di Kota Palu dan Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pangsa pasar.

RADAR PALU - Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Palu dan Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pangsa pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Kata dia, seluruh produk UMKM diharapkan telah memiliki sertifikasi halal sehingga aman dan nyaman dikonsumsi oleh masyarakat.

"Saya berharap semua produk Bapak Ibu UMKM ini semuanya sudah bersertifikat halal, sehingga kita juga nyaman mengkonsumsinya," ujar Imelda pada Jumat (21/11/2025).

Imelda juga menyoroti potensi besar bawang goreng asli Palu, Sigi, dan Donggala yang diminati pasar mancanegara.

Ia menceritakan adanya permintaan bawang goreng dari Belanda melalui jejaring pengusaha kuliner, namun hingga kini bawang goreng Sulawesi Tengah belum mampu masuk dalam jumlah besar.

"Mereka berharap ada bawang goreng dari kita yang dibawa ke Belanda untuk diperkenalkan dengan pengusaha kuliner di sana. Karena bawang goreng kita itu sebenarnya jadi favorit. Tapi bawang goreng yang mana? Yang dari Jawa ada, tapi dari Palu, Sigi, atau Donggala belum ada," jelasnya.

Imelda mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya memasarkan produk dalam lingkup lokal atau sekadar sebagai oleh-oleh dalam jumlah kecil.

"Jangan cuma terputar-putar di Kota Palu. Jangan cuma dibawa ke Jakarta atau Surabaya satu karton, sepuluh bungkus. Kita maunya produk jumlahnya besar, bisa kita bawa ke sana," tegasnya.

Selain bawang goreng, ia juga menekankan inovasi produk pangan daerah seperti sambal roa, sambal lokal, kaledo frozen, dan palumara dalam kemasan kaleng agar mampu bersaing di pasar nasional.

"Mohon ketika memproduksi sambal roa atau sambal apapun itu, packaging sudah kaleng, bukan botol. Kalau packaging bocor di jalan, pembeli tidak mau tahu. Dia mau packagingnya bagus, aman," imbuhnya.

Imelda mengaku optimis kuliner khas Palu mampu menembus pasar luas, termasuk palumara ikan yang sangat diminati tokoh nasional.


"Pak Sandiaga Uno itu suka sekali palumara kita. Tapi kita tidak bisa bawa karena belum ada packaging bentuk kaleng seperti ikan black bu," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menekankan pentingnya keikutsertaan UMKM Sulawesi Tengah dalam pameran nasional setelah sebelumnya tidak ada perwakilan pada kegiatan di Kemayoran.

"Sayang sekali, kemarin Sulawesi Tengah tidak ada. Saya datang seharian dan tidak lihat produk kita. Saya harap tahun depan harus ada," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Imelda menyampaikan penghargaan terhadap NPIG dan seluruh pihak yang memfasilitasi legalitas produk bawang goreng.

"Kalau tidak karena begini, Bapak dan Ibu tidak punya legalitas. Selamat kepada penerima sertifikat. Semakin semangat, kreatif, dan jangan pernah menyerah membawa produk kita keluar Sulawesi Tengah," tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#ekspor UMKM #UMKM Sulawesi Tengah #bawang goreng Palu #Imelda Liliana Muhidin #sertifikasi halal UMKM #inovasi kemasan UMKM #produk lokal Sulteng #UMKM Palu