Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Harga Telur Naik Signifikan, Ayam Beku Kini Jadi Pilihan Masyarakat

Mugni Supardi • Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:24 WIB

PASTIKAN HARGA LAPANGAN: Pengecekan ketersediaan daging ayam beku di salah satu Gudang yang ada di Kota Palu pada Kamis (30/10/2025).
PASTIKAN HARGA LAPANGAN: Pengecekan ketersediaan daging ayam beku di salah satu Gudang yang ada di Kota Palu pada Kamis (30/10/2025).
 

RADAR PALU - Wali Kota Palu diwakili oleh Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin bersama Tim Satgas Palu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Gudang daging ayam beku di Layanan dan penjualan telur. Sidak dilakukan menyusul naiknya harga telur ayam dan daging ayam di pasaran dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sidak tersebut, Imelda menemukan harga telur ayam mengalami kenaikan cukup signifikan. Untuk ukuran jumbo mencapai Rp63 ribu per rak, ukuran sedang Rp60 ribu dan ukuran kecil berkisar antara Rp58 ribu.

"Memang cukup terasa kenaikannya. Dari keterangan penjual, hal ini disebabkan kelangkaan pakan jagung, karena harga jagung naik sehingga pakan ayam juga ikut mahal," jelas Imelda kepada media saat ditemui pada Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di wilayah Kota Palu, tetapi juga di daerah pemasok lainnya.

"Telur ini kan tidak hanya berasal dari peternak di Kota Palu, tapi juga ada yang masuk dari luar. Jadi nanti kita lihat seminggu ke depan bagaimana perkembangan harga di pasar," ujarnya.

Imelda meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan untuk terus melakukan pemantauan harga setiap hari. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar kenaikan harga tidak semakin memberatkan masyarakat.

"Beberapa tempat yang kami datangi tadi, ada yang stoknya kosong, tapi ada juga dua lokasi yang masih memiliki persediaan. Permintaan meningkat karena kebutuhan dapur MBG (Menu Bersama Gratis) juga cukup besar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Imelda menyebut masyarakat kini mulai beralih dari ayam segar ke ayam beku (frozen) karena harga ayam segar lebih tinggi.

 "Teman-teman pedagang sari laut juga banyak yang beralih ke ayam frozen. Tapi sejauh ini, stok ayam masih aman," katanya.

Terkait langkah antisipasi, Imelda berharap ada intervensi dari pemerintah pusat untuk menstabilkan harga telur dan ayam, sebagaimana yang telah dilakukan terhadap beras.

"Untuk beras, pemerintah pusat sudah menetapkan HET. Premium di harga Rp14.900, dan medium Rp13.500. Kami harap kebijakan serupa juga bisa diberlakukan untuk telur dan ayam," jelasnya.

Menutup kunjungannya, Wakil Wali Kota mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan.

" Tidak perlu panic buying, stok telur dan ayam sejauh ini masih aman. Kalau pun harga telur naik, masyarakat bisa mencari sumber protein lain seperti ikan," pesannya.

Imelda menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan setiap hari. "Kami akan terus turun ke pasar, mengecek stok dan harga, agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga bahan pangan," tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#ayam beku #kebutuhan dapur MBG #Tim Satgas Palu #Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin #inspeksi mendadak (sidak) #harga telur ayam #daging ayam beku #Dinas Ketahanan Pangan dan Satgas Pangan