RADAR PALU - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palu mencatat realisasi pajak daerah hingga akhir Oktober 2025 telah mencapai 67 persen dari total target sebesar Rp400 miliar.
Kepala BPKAD Kota Palu, Romy Sandy Agung mengaku optimistis hingga akhir tahun capaian itu bisa menembus 95 persen.
"Kalau pajak daerah saat ini sudah diangka 67 persen. Kami optimistis teman-teman di Bapenda bisa mencapai 95 persen sampai akhir tahun," ujar Romi kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Rabu (29/10/2025).
Romi menjelaskan, sumber pajak terbesar masih didominasi dari pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak restoran, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Ia menyebut kontribusi sektor-sektor tersebut cukup signifikan dalam menopang pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palu.
Selain mengawal penerimaan pajak, BPKAD juga terus memperkuat sinergi dengan perbankan untuk mendukung pengelolaan keuangan daerah.
"Kami bekerja sama dengan seluruh bank yang ada di Kota Palu, seperti BTN, Mandiri, BNI, hingga beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Termasuk dalam layanan kredit untuk ASN," jelasnya.
Menurut Romi, sinergi dengan perbankan menjadi bagian penting dari upaya BPKAD dalam memperkuat manajemen keuangan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kolaborasi ini juga mendukung program Pemkot Palu, baik dalam sektor UMKM maupun pembiayaan perumahan bagi P3K," ujarnya.
Dengan capaian pajak yang terus meningkat dan dukungan sinergi lintas sektor, BPKAD optimistis dapat menjaga stabilitas keuangan daerah dan mendorong pencapaian target pembangunan Kota Palu tahun 2025.(rna)
Editor : Mugni Supardi