RADAR PALU - Dalam upaya menekan laju inflasi dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) kembali menggelar Pasar Murah.
Kegiatan Pasar Murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 28 hingga 29 Oktober 2025, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA yang bekerja sama dengan Radar Palu Jawa Pos Group di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Mantikulore, sebagai mitra lokasi kegiatan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperdagind Kota Palu, Andriani, mengatakan pasar murah kali ini menghadirkan sekitar 20 tenant, yang terdiri atas BUMN dan sejumlah distributor, termasuk Bulog sebagai penyedia utama barang-barang bersubsidi.
"Barang-barang dari Bulog seperti beras, minyak, gula, tepung, susu, dan telur semuanya disubsidi. Sementara komoditi lain dijual dengan harga distributor," jelas Andriani saat ditemui Radar Palu Jawa Pos Group, Senin (27/10/2025).
Menurut Andriani, pasar murah tersebut dikhususkan bagi masyarakat penerima manfaat Kartu PKH yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di setiap kelurahan. Namun, masyarakat umum tetap dapat berbelanja di lokasi yang sama dengan harga distributor.
"Yang memiliki kartu PKH bisa membeli dengan harga subsidi. Tapi masyarakat umum juga tetap bisa membeli barang dengan harga distributor," tambahnya.
Berbagai komoditi yang dijual di pasar murah mengalami penurunan harga signifikan dibandingkan harga pasar saat ini. Misalnya, beras premium 5 kilogram dijual hanya Rp50 ribu, dari harga pasaran sekitar Rp75 hingga 80 ribu.
Sementara telur ayam ras ukuran besar dijual Rp50 ribu per rak, gula pasir Rp12.500 per kilogram, Minyakita Rp11 ribu per liter, tepung Rp7.500 per kilogram, dan susu kaleng Rp7.500.
Karena keterbatasan stok subsidi, pemerintah membatasi pembelian per orang. "Untuk beras hanya boleh 5 kilogram, gula 2 kilogram, minyak 2 liter, tepung 2 kilogram, dan telur 1 rak," tutur Andriani.
Selain Bulog dan distributor besar, pasar murah juga diisi oleh pelaku UMKM yang menjual berbagai produk olahan makanan lokal.
Andriani menambahkan, selain pasar murah terpusat, pihaknya juga menjalankan program Gadenolumako, yaitu pasar murah keliling menggunakan mobil yang membawa bahan pokok bersubsidi berkeliling ke 46 kelurahan di Kota Palu.
"Sekarang kami sudah menjangkau sekitar 19 sampai 20 kelurahan, dan akan terus berjalan sampai Desember nanti," ungkapnya.
Disperdagind Kota Palu mencatat, sepanjang tahun 2025 ini, pasar murah telah digelar sebanyak 22 kali, termasuk dalam momentum menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan perayaan hari besar lainnya.
"Masih akan ada empat kali kegiatan lagi, termasuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Korpri, Natal, dan Tahun Baru," terangnya.
Andriani menegaskan, tujuan utama pelaksanaan pasar murah adalah untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Palu.
"Kami berharap dengan adanya pasar murah ini, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah agar tetap stabil," harapnya.(***)
Editor : Mugni Supardi