RADAR PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) terus memproses penyaluran dana hibah untuk masyarakat dan lembaga keagamaan. Hingga saat ini, sebagian besar bantuan masih dalam tahap verifikasi dan penyusunan kelengkapan dokumen.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Palu, Azhar mengatakan bahwa penyaluran hibah tahun ini berjalan bertahap dan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
"Masih sementara proses. Ada beberapa yang sudah siap, tapi kita pastikan dulu kelengkapan dokumennya sebelum pencairan," ujar Azhar kepada Radar Palu saat ditemui di ruangannya pada Rabu (22/10/2025).
Azhar menjelaskan, untuk tahun depan, alokasi dana hibah belum bisa diperkirakan karena adanya penyesuaian anggaran di tingkat pemerintah kota.
Selain itu, proses pengajuan dana hibah diawali dengan permohonan resmi kepada Wali Kota Palu. Setelah itu dilakukan verifikasi, survei lapangan, dan pendampingan oleh tim teknis.
"Semua permohonan kita survei dulu, kemudian diverifikasi oleh tim ahli dari PU untuk memastikan kelayakannya," terangnya.
Hingga saat ini, sudah sekitar seratus proposal permohonan hibah yang masuk ke bagian Kesra. Namun hanya sebagian yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi.
"Kurang lebih ada 100 proposal yang masuk, tapi tidak semuanya bisa langsung dibantu. Kita lihat dulu kelengkapan dan prioritas kebutuhannya," kata Azhar.
Azhar menegaskan, Pemkot Palu memprioritaskan bantuan hibah untuk keperluan yang mendesak, seperti pembangunan atau perbaikan fasilitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat.
"Kalau ada yang mengajukan, misalnya untuk perbaikan fasilitas penting lain, itu yang kita dahulukan," jelasnya.
Selain itu, penyaluran dana hibah tidak bisa diberikan kepada penerima yang sama setiap tahun. Hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah. "Kalau tahun ini sudah menerima hibah, tahun depan tidak boleh lagi. Baru bisa diajukan lagi di tahun berikutnya," ungkapnya.
Selain pengelolaan hibah, Bagian Kesra juga melaksanakan program rutin seperti pemberian insentif bagi guru mengaji dan pegawai sara di Kota Palu. "Guru mengaji mendapat honor antara Rp550 ribu per bulan. Memang kecil, tapi itu bentuk perhatian pemerintah kota," tutur Azhar.
Sebelum pencairan, tim Kesra bersama tim monitoring melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan penerima benar-benar aktif menjalankan tugasnya.
"Ada absen dan laporan kegiatan mereka. Itu jadi dasar untuk pembayaran," tambahnya.
Azhar berharap program hibah dan bantuan sosial yang dikelola Pemkot Palu dapat terus berjalan secara efektif dan tepat sasaran. "Harapan kami, semoga program ini tetap berlanjut dan semakin baik ke depan. Karena bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam kegiatan sosial dan keagamaan," tutupnya.(***)
Editor : Mugni Supardi