RADAR PALU - Hadirnya penerbangan langsung rute Palu-Tolitoli yang dioperasikan oleh Wings Air (Lion Air Group) disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah.
Rute baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi pintu percepatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa penerbangan ini bukan hanya sekadar layanan transportasi, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
"Saya merasakan sendiri perjalanan dari Tolitoli ke Palu lewat darat bisa memakan waktu hingga 12 jam. Sekarang dengan penerbangan langsung, hanya 50 menit. Ini sangat membantu masyarakat, wisatawan, dan pelaku bisnis," ujar Danang kepada Radar Palu pada Senin (20/10/2025).
Menurut Danang, pembukaan rute Palu-Tolitoli menjadi momentum bagi daerah untuk menceritakan keunggulan dan daya tariknya sendiri.
"Penting sekali bagi masyarakat untuk menceritakan potensi daerahnya. Itulah yang kami sebut sebagai percepatan perekonomian," terangnya.
Dalam kunjungannya ke Tolitoli, Danang mengaku terkesan dengan keindahan alam setempat. Ia menyebut panorama laut biru dan bukit hijau yang ternyata merupakan hamparan kebun cengkeh sebagai keunikan tersendiri.
"Saya baru tahu kalau bukit-bukit hijau itu ternyata kebun cengkeh. Ini unik dan bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri," katanya.
Ia menambahkan, kekayaan bahari Tolitoli dan hasil olahan lautnya juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kuliner dan komoditas unggulan daerah.
"Kalau masyarakat bisa terus bercerita dan memviralkan potensi ini, saya yakin akan semakin banyak orang yang datang. Efeknya bisa ke hotel, kuliner, hingga industri kreatif," jelasnya.
Danang juga mengutip pernyataan Wakil Bupati Tolitoli, bahwa kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari aktivitas bandar udara dan pelabuhannya. "Kalau bandara Sultan Bantilan Tolitoli dan Mutiara SIS Al-Jufri Palu semakin ramai, itu pertanda wilayah kita berkembang," terangnya.
Ia menilai, keberadaan delapan bandara di Sulawesi Tengah merupakan modal penting untuk memperluas konektivitas udara. Namun, keberhasilan pengembangan rute sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
"Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk media seperti Radar Palu, untuk bersama-sama mempopulerkan potensi daerah. Semakin viral dan dikenal, semakin banyak yang ingin berkunjung," tuturnya.
Terkait kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan Palu-Tolitoli, Danang menyebut Lion Air Group siap menyesuaikan sesuai permintaan pasar.
"Kalau masyarakat dan pelaku usaha ramai menggunakan penerbangan ini, pasti akan kami tambah. Intinya, bantu kami meramaikan penerbangan udara di Sulawesi Tengah," katanya optimistis.
Selain Tolitoli, Lion Air Group juga tengah menjajaki potensi rute lain di wilayah ini seperti Luwuk dan Ampana, untuk memperkuat jaringan konektivitas antarkabupaten.
"Kami ingin semua pintu udara di Sulawesi Tengah hidup. Kalau mau nyaman, cepat, dan aman, gunakan transportasi udara. Jadwalnya pasti dan koneksinya luas," tandasnya.
Danang berharap hadirnya rute baru ini bisa memicu multiplier effect terhadap berbagai sektor, mulai dari pariwisata, industri kreatif, hingga lapangan kerja baru.
"Ketika Tolitoli semakin ramai, hotel akan terisi, kuliner berkembang, pabrik olahan cengkeh bisa tumbuh. Itu berarti ekonomi daerah bergerak," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk aktif mempromosikan daerahnya melalui berbagai platform digital.
"Di era digital, siapa pun bisa menjadi duta daerahnya. Ceritakan keindahan dan keunikan Tolitoli, Luwuk, Ampana, dan daerah lainnya. Dengan begitu, Sulawesi Tengah akan semakin dikenal," pungkasnya.(***)
Editor : Mugni Supardi