Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ekspor Kelapa Kupas Asal Sulteng Tembus Hingga ke Vietnam

Nur Soima Ulfa • Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:25 WIB

PELUANG BESAR: Pelaku usaha kelapa kupas, Azhar dapat mengirimkan 140 ton kelapa kupas per satu kali pengiriman ke Vietman, di bawah nama perusahaan Indo Raya Malkos.
PELUANG BESAR: Pelaku usaha kelapa kupas, Azhar dapat mengirimkan 140 ton kelapa kupas per satu kali pengiriman ke Vietman, di bawah nama perusahaan Indo Raya Malkos.
RADAR PALU– Usaha ekspor kelapa kupas asal Kota Palu terus menunjukkan geliat yang positif. Salah satunya dilakukan oleh Indo Raya Malkos, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor kelapa kupas ke Vietnam.

Pelaku usaha kelapa kupas, Azhar, menceritakan awal berdirinya usaha tersebut yang dimulai sejak akhir Desember 2022 dan kegiatan ekspor berjalan pada pertengahan tahun 2024.

"Hanya saja waktu itu belum kontinu begitu, kadang ada shipment, kadang juga tidak," ujar Azhar kepada Radar Palu saag ditemui pada Selasa (7/10/2025).

Meski sempat tidak rutin, kini kegiatan ekspor yang dilakukan dari Pelabuhan Pantoloan tersebut kembali berjalan normal. "Sampai sekarang Alhamdulillah masih jalan," katanya.

Dirinya mengungkapkan, proses awal memulai ekspor membutuhkan waktu panjang. Negosiasi dengan pihak pembeli di luar negeri cukup lama karena kedua belah pihak sama-sama baru pertama kali melakukan kerja sama.

“Awalnya itu lama juga sih, negosiasinya yang lama. Karena baru pertama, jadi sama-sama khawatir. Lama-kelamaan lumayan sudah ada kepercayaan, terus orderan juga meningkat," terangnya.

Produk kelapa kupas Indo Raya Malkos diekspor langsung ke Vietnam. Setiap kontainer berisi sekitar 28 ton kelapa kupas. Dalam satu kali pengiriman bisa mencapai lima kontainer, atau sekitar 140 ton.

"Kalau per bulan, kan kalau dia satu kontener itu 28 ton lebih. Jadi kalau lima kontener itu kan sudah 100 lebih, sudah 140," ungkapnya.

Harga kelapa kupas yang dijual juga bervariasi tergantung kondisi pasar. Kini harga kelapa kupas Rp5 ribu per kilo. Sebelum fokus pada ekspor, Azhar mengaku sempat mengirim produk ke pasar dalam negeri, seperti Surabaya.

Untuk urusan perizinan dan kelengkapan dokumen ekspor, Azhar menjelaskan seluruh proses dilakukan sesuai aturan.

"Kalau itu ada. Karena SKA (Surat Keterangan Asal) dari situ, dari perindag provinsi. Sama karantina juga, sama bea cukai juga. Karena awalnya itu kita harus input izin ekspor, izin muat. Habis itu karantina yang periksa kelapa sebelum dikirim," jelasnya.

Selain itu, tempat produksi kelapa kupas berada di area Pelabuhan Pantoloan. "Jadi kan dari petani itu dikupas. Dari daerah yang dikupas memang sudah, tinggal dimasukin ke karung," ujarnya.

Untuk bahan baku, kelapa dikirim dari sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, di antaranya Pantai Barat dan Parigi. Ia menambahkan, sistem kerja yang dilakukan adalah melalui jaringan mitra dan langganan yang sudah terbangun di kawasan pelabuhan.

"Di Pantoloan itu teman-teman juga sih. Jadi kalau sudah ada orderan, tinggal telepon di sana, tinggal suruh tata di kontener," katanya.

Meski sempat terkendala harga dan pasokan, Azhar tetap optimistis usaha ekspor kelapa kupas akan terus berkembang. "Alhamdulillah sekarang sudah jalan lagi, dan permintaan juga mulai meningkat," pungkasnya. (rna)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Kelapa kupas #Indo Raya Malkos #ekspor #sulteng