Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Owner Zamzam Karya Sejati, Jaliha Rorimpandey: Tinggalkan Kafe dan Fokus Kembangkan Oleh-Oleh Khas Palu

Nur Soima Ulfa • Selasa, 7 Oktober 2025 | 07:00 WIB

FOKUS PRODUKSI OLEH-OLEH: Owner Zamzam KS, Jaliha Rorimpandey berfoto bersama produknya pada Senin (6/10/2025). Dirinya kini fokus mengembangkan produk oleh-oleh.
FOKUS PRODUKSI OLEH-OLEH: Owner Zamzam KS, Jaliha Rorimpandey berfoto bersama produknya pada Senin (6/10/2025). Dirinya kini fokus mengembangkan produk oleh-oleh.
RADAR PALU – Tekad kuat untuk terus berkarya dan memberdayakan sesama menjadi semangat bagi Jaliha Rorimpandey, owner Zamzam Karya Sejati (KS). Usaha yang awalnya hanya berupa Lia Cafe pada tahun 2019 pascagempa, kini menjelma menjadi pusat oleh-oleh khas Palu yang dikenal hingga ke luar negeri.

Owner Zamzam KS, Jaliha Rorimpandey mengungkapkan awalnya itu dirinya memiliki usaha yang bernama Lia cafe, tahun 2019 setelah gempa dan melihat adanya peluang di Bandara dalam penjualan oleh-oleh khas Palu. Seiring waktu, kebijakan bandara meminta pelaku usaha memilih antara tetap menjadi kafe atau toko oleh-oleh. Jaliha pun mantap memilih jalur kedua.

"Saya memilih jadi pusat oleh-oleh karena sudah punya produk sendiri dan ingin bantu teman-teman UMKM Palu juga untuk pasarkan produknya," ujar Jaliha kepada Radar Palu saat ditemui pada Senin (6/10/2025).

Nama Zamzam KS sendiri, kata dia, memiliki makna mendalam. "Zamzam itu air yang bermanfaat untuk banyak orang. Saya ingin usaha ini juga bermanfaat dan membawa keberkahan untuk banyak orang. Sedangkan Karya Sejati adalah jati diri saya dalam berkarya di dunia usaha," jelasnya.

Produk andalan Zamzam Karya Sejati sejak awal adalah bawang goreng khas Palu. "Palu ini terkenal dengan bawang gorengnya yang renyah dan gurih. Bahkan bisa disimpan di kulkas tanpa melempem," ungkapnya.

Namun, ia tak berhenti di situ. Melihat peluang baru, ia berinovasi dengan menghadirkan bawang goreng aneka rasa, seperti cokelat dan jagung bakar. "Awalnya susah karena masyarakat Palu masih kenal yang original, tapi setelah promosi lewat bandara, ternyata banyak yang suka. Bahkan ada pelanggan dari luar negeri yang nitip beli," jelasnya.

Selain bawang goreng, kini Zamzam KS juga memproduksi berbagai camilan dan olahan pangan seperti oatmeal cookies, nastar telur, bajabu ikan bandeng, hingga abon ayam kelor. "Yang abon ayam kelor ini sedang dalam proses sertifikasi halal yang difasilitasi Telkom Indonesia," jelasnya.

Perjalanan usaha Jaliha mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, terutama Bank Indonesia dan Telkom Indonesia. Pada tahun 2024, ia terpilih sebagai peserta onboarding UMKM Bank Indonesia bersama 20 pelaku usaha lainnya.

"Pendampingannya tiga bulan, kami diajarkan pemasaran digital lewat Shopee dan TikTok. Alhamdulillah Zamzam Karya Sejati terpilih terbaik satu dan mendapat apresiasi dari Menteri Hukum dan HAM," ujarnya.

Selain itu, Telkom Indonesia juga membantu dalam hal kemasan produk. "Kami dibantu 50 persen pembiayaan untuk kemasan. Sangat membantu sekali bagi UMKM seperti kami," tambahnya. 

Menurut Jaliha, perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM di Kota Palu cukup besar. "Kita sering difasilitasi pelatihan, pendampingan pembukuan, dan pembuatan HAKI merek secara gratis. Itu sangat berarti bagi pelaku usaha kecil," terangnya.

Menariknya, seluruh karyawan Zamzam Karya Sejati adalah perempuan dari Kota Palu. Ia juga memberi kesempatan karyawannya belajar langsung proses produksi. "Saya selalu bilang, silakan curi ilmu saya. Siapa tahu ke depan mereka bisa buka usaha sendiri," katanya tersenyum. 

Tahun ini, Zamzam KS kembali mencatat prestasi. Jaliha akan mewakili Sulawesi Tengah dalam ajang Panganusa Expo di Tangerang, pada 15–19 Oktober mendatang. "Kami ada dua perwakilan dari Sulteng, satu dari Sigi dan satu dari Palu, yaitu Zamzam," jelasnya.

 Tak berhenti di situ, pada Desember 2025 mendatang, Zamzam KS juga diundang untuk mengikuti pameran internasional di Johor, Malaysia. Tujuh tahun sudah usaha ini berjalan, dari sebuah kafe kecil pascagempa menjadi kebanggaan baru bagi UMKM Kota Palu. "Saya hanya ingin terus berkarya dan bermanfaat bagi orang banyak," tandasnya. (rna)

 

 

Editor : Nur Soima Ulfa
#Zamzam Karya Sejati #UMKM Kota Palu #umkm