Kegiatan IKM Expo dan Pameran OPD merupakan rangkaian dalam memeriahkan HUT Kota Palu ke-47. Staf Pemberdayaan Keluarga Sejahtera DP2KB Kota Palu, Neli Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini membina 32 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang tersebar di delapan kecamatan. UPPKA menjadi wadah pemberdayaan ekonomi keluarga dengan berbagai produk kuliner dan kerajinan tangan.
"Kalau semua kelompok kita ikutkan, satu stand tidak cukup. Jadi kita hanya mengambil sampel saja, sebagian dulu dan tidak mengecilkan kelompok lain. Insya Allah di event berikutnya kelompok lain bisa kembali terlibat," ujar Neli kepada Radar Palu saat ditemui di stand DP2KB pada Minggu (28/9/2025).
Dalam IKM Expo kali ini, DP2KB Kota Palu menampilkan beragam produk unggulan dari binaan mereka seperti aneka kripik pisang, bajabu, serondeng, abon, serta kerajinan tangan berupa tas rajut. Karena keterbatasan ruang, produk yang dipamerkan hanya diambil sebagai sampel dari empat kecamatan.
"Pokoknya hari ini kita sampelkan saja. Meskipun sebenarnya ada banyak binaan dari kita," ujarnya.
Produk kuliner yang dipasarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000. Sementara untuk kerajinan tangan seperti tas rajutan, harga berkisar Rp8.000 hingga Rp150.000, menyesuaikan tingkat kesulitan pengerjaan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap stand DP2KB cukup tinggi. Sejak hari pertama, sejumlah pejabat daerah telah berkunjung, mulai dari Kepala BPKAD Kota Palu, Sekretaris Kota, Wakil Wali Kota Palu, hingga Ibu Wali Kota Palu.
"Alhamdulillah, stand kita mendapat kunjungan dari banyak pihak. Tinggal Pak Wali dan pak Gubernur yang belum sempat hadir, tapi bagi saya sudah lengkap karena Ibu Wali sudah berkunjung," kata Neli.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya berharap pameran semacam ini dapat lebih terbuka untuk masyarakat luas.
"Kalau siang kunjungannya memang masih kurang, tapi kalau malam alhamdulillah ramai. Ke depan, kami harap kegiatan ini bisa lebih melibatkan masyarakat yang lebih banyak lagi agar ramai berkunjung ke stand-stand," harapnya. (rna)
Editor : Nur Soima Ulfa