Kepala BI Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna menjelaskan, inisiatif ini hadir untuk menjawab persoalan klasik UMKM, yakni terbatasnya akses ke pembiayaan. Melalui BISAID, BI menggandeng lembaga survei independen guna memetakan UMKM potensial yang layak. Hasil survei kemudian diserahkan kepada perbankan untuk ditindaklanjuti.
"Setelah survei dilakukan, bank yang akan menentukan lebih lanjut mana UMKM yang bisa dibiayai. Karena itu, kami mengundang juga pihak otoritas, termasuk Deputi Kementerian UMKM, agar kebijakan nasional dapat disinergikan dengan kondisi daerah," ujar Kepala BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna kepada media pada Senin (22/9/2025).
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, M. Rizal Adha Damanik yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas langkah BI dan seluruh pihak terkait. Ia menegaskan, pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan yang lengkap, mulai dari usaha mikro hingga UMKM yang ingin ekspor.
"Tinggal bagaimana meningkatkan literasi UMKM agar bisa memanfaatkan seluruh skema pembiayaan yang sudah disiapkan pemerintah dan lembaga keuangan. Apalagi dengan kebijakan Menteri Keuangan terkait alokasi Rp200 triliun yang diarahkan ke sektor produksi, UMKM justru akan sangat diuntungkan," jelas Rizal.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Saat ini 60 persen PDB Indonesia bersumber dari UMKM, dan 97 persen lapangan pekerjaan berasal dari sektor tersebut. Dengan target pemerintah menghadirkan 2,3 juta debitur UMKM baru serta 1,1 juta UMKM graduasi tahun ini, diproyeksikan jutaan lapangan kerja baru akan tercipta.
"Bayangkan jika setiap UMKM baru mampu menciptakan dua lapangan kerja saja, maka sudah ada tambahan 4,6 juta lapangan pekerjaan. Jika lebih, maka dampaknya akan jauh lebih besar. Jadi, ini sangat baik sekali," ungkapnya.
Ia juga menyoroti lahirnya Peraturan OJK terbaru tentang kemudahan akses pembiayaan UMKM yang dinilai sebagai era baru bagi sektor usaha rakyat. "Regulasi ini membuat pembiayaan lebih mudah, murah, dan sederhana. Dengan demikian, rasio kredit UMKM bisa meningkat, begitu pula daya dorong UMKM naik kelas," pungkasnya. (rna)
Editor : Nur Soima Ulfa