Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Fokus Penguatan Kelembagaan, Kementerian Dorong Peningkatan Tata Kelola Koperasi KKMP dan KDMP di Sulteng

Nur Soima Ulfa • Jumat, 12 September 2025 | 17:35 WIB

PERKUAT KELEMBAGAAN : Para peserta pelatihan yang merupakan pengurus koperasi dan pengawas koperais di Sulteng berfoto bersama dengan pemateri dan juga pejabat di lingkungan Koperasi dan UMKM Sulteng.
PERKUAT KELEMBAGAAN : Para peserta pelatihan yang merupakan pengurus koperasi dan pengawas koperais di Sulteng berfoto bersama dengan pemateri dan juga pejabat di lingkungan Koperasi dan UMKM Sulteng.
PALU – Kementerian melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah kini memfokuskan perhatian pada penguatan kelembagaan koperasi di Sulawesi Tengah, khususnya Koperasi Kelompok Masyarakat Produktif (KKMP) maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Saat ini, kedua jenis koperasi tersebut sedang menjalani tahap pelatihan untuk tata kelola koperasi yang lebih baik.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi  Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Henny Anggraini mengatakan  saat ini Kementerian Koperasi tengah mempersiapkan pelatihan bagi para pengurus.

"Setelah itu, kementerian juga mempersiapkan pendampingan maupun pelatihan-pelatihan yang insya Allah akan segera diluncurkan dalam waktu dekat," ujar Henny kepada Radar Palu saat ditemui pada Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan pihak kementerian juga tengah menyiapkan business assistant untuk mendampingi koperasi-koperasi yang sudah terbentuk. Selain itu, akses permodalan turut difasilitasi, salah satunya melalui kerja sama dengan Himbara.

"Pesertanya adalah KKMP Kota Palu. Mereka difasilitasi agar mengetahui apa saja yang harus dilengkapi, apa yang bisa dimanfaatkan dari produk Himbara, maupun bagaimana cara mengakses pinjaman untuk permodalan usaha," jelasnya.

Meski antusiasme anggota terbilang tinggi, masih ditemukan kebingungan karena banyak yang awam mengenai dunia perkoperasian. "Dengan adanya kegiatan seperti ini, pengetahuan mereka semakin meningkat. Rekrutmen pengurus juga ditentukan langsung oleh masyarakat melalui musyawarah desa," katanya.

Terkait pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek), pihaknya menyebut tidak ada batasan pasti jumlah kegiatan, namun diupayakan seluruh KKMP bisa mendapatkan kesempatan. Saat ini tercatat ada 1.981 KKMP di Sulteng yang akan mengikuti program tata kelola perkoperasian dalam tiga bulan ke depan.

"Kami berharap semua KKMP bisa ikut serta. Pelatihan ini penting agar peningkatan SDM dan pengurus koperasi semakin meningkat," ucapnya.

Ia mengakui, sejumlah kendala tetap ada. "Masih banyak yang belum terlalu paham tentang perkoperasian. Mengatur kepentingan masyarakat itu tidak mudah karena pola pikir mereka berbeda-beda, sehingga kesulitannya ada pada menyamakan persepsi," jelasnya.

Meski demikian, koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah kabupaten. Provinsi juga telah memetakan potensi koperasi di berbagai sektor seperti perikanan, pertanian, jasa, dan perdagangan untuk disinergikan dengan program pemerintah.

"Harapan saya, semua pengurus koperasi dan pengawas benar-benar aktif, solid, dan kreatif dalam mengembangkan koperasi. Kesuksesan koperasi selain dari peran anggota, juga butuh pengurus yang mau berkorban demi masyarakat dan perekonomian wilayahnya," harapnya. (rna)

Editor : Nur Soima Ulfa