Dalam kegiatan ini Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut memberikan edukasi seputar cinta, bangga, dan paham (CBP) rupiah. Rifko dari BI Sulteng menjadi selaku narasumber.
Ia menyampaikan merawat rupiah harus dengan prinsip 5 J dan 3 D. Lebih lanjut dijelaskan, rupiah memiliki karakteristik sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011, di antaranya adanya tanda khusus bagi tunanetra untuk meraba uang, serta fitur tembus pandang yang menampilkan gambar sama bila diterawang.
"Jadi ada 5 J yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler dan jangan dibasahi," rincinya.
Adapun prinsip dalam mengenali rupiah yaitu dengan menerapkan 3 D yaitu dilihat, diraba dan juga diterawang. Rifko juga mengungkapkan pencapaian penting, di mana pada tahun 2023 desain uang rupiah dinobatkan sebagai desain terbaik di dunia.
"Bangga rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa. Sedangkan paham rupiah adalah belanja dengan bijak," tandasnya.
Sementara itu, Pembina Forum Genre Kota Palu, I. Komang Gd. Woliontara, dalam sambutannya mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif.
"Target kita 2045 Indonesia masuk Indonesia Emas. Jangan sampai justru Indonesia-nya tidak jadi emas. Maka dari itu, anak-anak kita harus diarahkan ke kegiatan yang positif. Jangan sampai terlibat dalam hal-hal yang merugikan masa depan," ujar I. Komang Gd. Woliontara dalam sambutannya pada Kamis (11/9/2025).
Ia pun menitipkan pesan kepada sekolah dan para pendidik agar terus memperkuat wadah-wadah positif bagi siswa. "Anak-anak kita harus diberi ruang untuk mengasah keterampilan. Siapa tahu, dari situlah lahir kesuksesan mereka," tambahnya.(rna)
Editor : Nur Soima Ulfa