Kepala Bidang Tanaman Hortikultura di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Mahruddin, komoditas cabai rawit dan cabai besar justru menjadi penyumbang utama surplus. Untuk cabai rawit, produksi pada Agustus mencapai 2.766 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 585 ton per bulan. Artinya, terdapat surplus lebih dari 2.000 ton.
"Begitu juga dengan cabai besar, kebutuhan konsumsi hanya sekitar 190 ton per bulan, sementara produksi mencapai 718 ton. Jadi kita masih surplus sekitar 529 ton," ujar Mahruddin kepada Radar Palu saat ditemui di ruangannya pada Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan, sejak Januari hingga Agustus, tren produksi hortikultura di Sulteng terus meningkat. Total produksi cabai rawit pun mencapai kurang lebih 12 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi bulanan hanya sekitar 585 ton.
"Kalau dilihat, dari bulan ke bulan selalu ada peningkatan. Dari Januari kita sudah surplus puluhan ribu ton untuk horti, khususnya cabai," ungkapnya.
Namun, berbeda dengan bawang merah yang produksinya sedikit menurun akibat curah hujan tinggi. Sebagian petani mengalami gagal panen karena serangan penyakit. Untuk kebutuhan bawang merah di Sulteng, sebagian besar masih dipasok dari daerah lain, seperti Enrekang, NTB, hingga Jawa. Sementara bawang putih, diakui Mahruddin, masih mengandalkan impor secara nasional.
Meski demikian, untuk komoditas lain seperti tomat dan sayuran, stok dinyatakan aman. Bahkan, Sulteng selama ini menjadi salah satu pemasok sayuran ke provinsi lain, khususnya Kalimantan, melalui sentra produksi di Lembah Napu.
Lebih jauh, Mahruddin menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras petani hortikultura di Sulteng. Menurutnya, Nilai Tukar Petani (NTP) hortikultura relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pangan, sehingga petani horti dinilai lebih mapan.
"Harapan kami, petani horti bisa terus meningkatkan produksinya. Pasar selalu siap menyerap berapapun hasilnya, baik di Sulteng maupun provinsi lain. Jadi kami sangat berterima kasih kepada petani yang sudah bekerja keras memenuhi kebutuhan masyarakat," harapnya.(rna)
Editor : Nur Soima Ulfa