Ketua Panitia Expo, Iqbal Aiman, mengungkapkan pameran perumahan yang diikuti 26 perusahaan pengembang itu berhasil mencatatkan kurang lebih 100 transaksi dengan jumlah pengunjung sekitar 500 orang.
"Antusias masyarakat sangat besar. Transaksi yang terjadi cukup banyak, dan pengunjung juga memadati stan-stan yang ada. Ini jadi bukti bahwa kebutuhan rumah, khususnya rumah subsidi, sangat dicari. Yang paling banyak dicari itu rumah subsidi," ujar Iqbal Aiman kepada Radar Palu saat ditemui pada Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, rumah subsidi menjadi incaran utama masyarakat dengan harga kisaran Rp173 juta untuk Sulawesi Tengah. Sementara untuk rumah non-subsidi, harga umumnya berada pada kisaran Rp350 juta ke atas.
Adapun lokasi perumahan yang ditawarkan tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi, hingga Morowali. Untuk rumah subsidi, luas bangunan rata-rata 36 meter persegi dengan variasi luas tanah antara 90 hingga 100 meter persegi.
Menariknya, pameran juga diramaikan dengan beragam promo dari para developer. "Ada yang memberikan free DP, free biaya admin, free biaya akad bank hingga notaris. Bahkan konsumen yang bertransaksi berkesempatan mendapatkan hadiah berupa doorprize menarik," jelas Iqbal.
Ia menambahkan, keberadaan sektor properti memberikan multiplier effect yang luas. "Bisnis properti ini menurunkan manfaat sampai ke 100 jenis usaha lainnya. Tukang kayu, tukang bangunan, tukang listrik, sampai tukang taman semuanya ikut mendapatkan manfaat," katanya.
Iqbal memastikan Expo REI Gebyar Sulteng akan kembali digelar pada Agustus 2026 mendatang sebagai agenda tahunan. "InsyaAllah tahun depan akan ada lagi. Tentunya dengan evaluasi dari pelaksanaan kali ini," tandasnya.
Kegiatan ini turut didukung oleh Pemkot Palu, Pemkab Sigi, Pemkab Parigi Moutong, serta sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Balai Perumahan, OJK, dan bank-bank terkait.(rna)
Editor : Nur Soima Ulfa