Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Imbas Kasus Balita Viral, Obat Cacing Albendazole Langka di Apotek Kota Palu

Nur Soima Ulfa • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:08 WIB

SAMA-SAMA AMPUH: Apoteker Apotek Farmindah II, Lia memperlihatkan obat cacing yang juga dapat ambuh membunh cacing. Namun, masayarakat sudah terlanjur termakan informasi di Medsos.
SAMA-SAMA AMPUH: Apoteker Apotek Farmindah II, Lia memperlihatkan obat cacing yang juga dapat ambuh membunh cacing. Namun, masayarakat sudah terlanjur termakan informasi di Medsos.
 

RADAR PALU– Obat cacing albendazole mengalami kelangkaan di sejumlah apotek, termasuk Apotek Farminda II. Kondisi ini terjadi setelah munculnya kasus balita asal Jawa Barat, Raya Kondasala, yang viral di media sosial TikTok karena cacing keluar utuh dari tubuhnya.

Apoteker Apotek Farminda II, Lia membenarkan kelangkaan tersebut. “Di distributor rata-rata memang stoknya kosong, khususnya untuk albendazole. Tapi di apotek kami masih ada sisa stok,” ujar Lia saat ditemui.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan masyarakat menjadi penyebab utama kelangkaan. “Biasanya obat cacing tidak setiap hari dicari orang. Tapi setelah kasus itu viral, frekuensi pembelian meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat,” katanya.

Meski demikian, Lia menegaskan informasi yang beredar di media sosial mengenai cacing keluar dalam keadaan hidup setelah mengonsumsi obat tidak benar. “Cacing itu akan mati dan perlahan-lahan keluar dalam keadaan hancur. Jadi tidak benar kalau obat cacing membuat cacing keluar utuh masih hidup,” jelasnya.

Menurut Lia, albendazole bekerja dengan cara mematikan cacing, sedangkan obat cacing lain seperti pirantel pamoat dengan merek dagang Kombantrin, memiliki mekanisme berbeda. Yakni melumpuhkan cacing agar keluar bersama kotoran. “Keduanya sama-sama efektif, hanya cara kerjanya yang berbeda,” imbuhnya.

Sebagai alternatif di tengah kelangkaan albendazole, masyarakat masih bisa mendapatkan obat cacing lain seperti mebendazole atau pirantel pamoat. “Fungsinya sama, tinggal cara kerja dan aturan minumnya yang berbeda. Itu yang perlu diedukasi ke masyarakat,” kata Lia.

Pihak apotek sendiri mengaku telah melakukan edukasi publik melalui media sosial resmi, termasuk WhatsApp dan Instagram Apotek Farminda. Konten edukasi itu dibuat untuk meluruskan informasi yang salah terkait cara kerja obat cacing.

Lia juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik dalam membeli obat. Ia menekankan bahwa obat cacing sebaiknya dikonsumsi setiap enam bulan sekali sesuai kebutuhan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti pekerja tambang atau masyarakat di lingkungan rawan cacingan.

“Kalau sudah terkena, sebaiknya minum  obat cacing sekarang, lalu diulang dua minggu kemudian untuk membunuh telur yang baru menetas, lalu enam bulan berikutnya diminum lagi. Dengan begitu, efeknya akan lebih optimal,” jelasnya.

Ia pun pesan agar masyarakat tidak takut mengonsumsi obat cacing. “Jangan khawatir. Obat cacing berfungsi menghancurkan cacing dalam tubuh, bukan membuatnya keluar hidup-hidup. Jadi tidak perlu takut untuk minum obat cacing,” tegas Lia. (mg2/mg1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Obat cacing albendazole #Cacingan #albendazole