Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Literasi dan Inklusi Keuangan Masih Senjang, OJK Sulteng Dorong Budaya Menabung Sejak Dini

Nur Soima Ulfa • Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:00 WIB

DIDUKUNG PENUH: Para pihak, termasuk dengan perwakilan pejabat OJK dan UIN Datokarama Palu serta berbagai perwakilan pemangku kepentingan dari industru jasa keuangan yang telah mendukung kegiatan Bula
DIDUKUNG PENUH: Para pihak, termasuk dengan perwakilan pejabat OJK dan UIN Datokarama Palu serta berbagai perwakilan pemangku kepentingan dari industru jasa keuangan yang telah mendukung kegiatan Bula
RADAR PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Kegiatan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) sekaligus Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2025 di Palu. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, akademisi, serta pelajar dan mahasiswa.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, dalam sambutannya di auditorium UIN Datokarama Palu menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Tharir dan seluruh pelaku industri jasa keuangan yang telah mendukung acara ini.

"Merupakan kebanggaan bagi kami bisa berkumpul di satu tempat bersama Bapak, ibu dan adik-adik semua dalam rangka berbagi ilmu," ujar Bonny dalam sambutannya pada Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih menunjukkan adanya kesenjangan. Berdasarkan data, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa belum seluruh masyarakat Indonesia memiliki pemahaman terkait produk keuangan dan belum seluruhnya memiliki akses terhadap produk keuangan," jelasnya.

Kegiatan HIM dan BLK 2025 ini, kata Bonny, mengusung pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman keuangan, memperluas akses tabungan formal, dan mendorong pertumbuhan rekening aktif.

Sejumlah capaian juga dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah pembukaan 988 rekening Simpanan Pelajar di Sulawesi Tengah sepanjang periode 1 Juli–20 Agustus 2025. Selain itu, industri jasa keuangan di wilayah tersebut telah melaksanakan 173 kegiatan edukasi keuangan dengan total peserta mencapai 8.805 orang.

"Edukasi keuangan merupakan proses pembelajaran agar kita bisa mengelola keuangan, membuat keputusan bijak, dan memahami konsep finansial. Tujuannya untuk membantu kita mencapai impian jangka panjang, mulai dari membahagiakan orang tua, melanjutkan kuliah, hingga menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Dirinya menegaskan pentingnya menanamkan budaya menabung sejak dini melalui lembaga jasa keuangan formal. "Menabung adalah langkah awal yang penting dalam mengelola keuangan. Dengan konsistensi dan disiplin, kita dapat mewujudkan tujuan-tujuan besar dalam hidup," tandasnya.

Menutup sambutannya, Bonny berharap kegiatan tersebut dapat memberi manfaat bagi seluruh peserta. "Kami berharap kegiatan hari ini bisa bermanfaat bagi adik-adik dan para pengajar. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini berjalan lancar," harapnya. (mg2)

Editor : Nur Soima Ulfa
#OJK #Bulan Literasi Keuangan 2025 #OJK Sulteng