Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Harga Garam Talise Naik Saat Musim Hujan, Pedagang Minta Pemerintah Utamakan Produk Lokal

Nur Soima Ulfa • Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:00 WIB
HARGA NAIK:  Pedagang garam Talise, Inar saat ditemui di lapaknya pada Senin (18/8/2025). Harga garam Talise kini naik karena hujan turun beberapa hari terakhir.
HARGA NAIK: Pedagang garam Talise, Inar saat ditemui di lapaknya pada Senin (18/8/2025). Harga garam Talise kini naik karena hujan turun beberapa hari terakhir.

RADAR PALU - Harga garam Talise mengalami kenaikan harga akibat cuaca yang beberapa terakhir terus diguyur hujan. Kenaikan harga garam Talise sendiri cukup signifikan, meski begitu penjualan tetap stabil. 

Pedagang garam Talise Inar, mengungkapkan bahwa harga garam lokal saat ini mengalami kenaikan akibat musim hujan. "Lagi naik sekarang, karena hujan kan," ujarnya kepada Radar Palu saat ditemui dilapaknya pada Senin (18/8/2025).

Inar menjelaskan bahwa kenaikan harga garam Talise juga terjadi karena stok berkurang saat musim hujan. "Kalau panas dia turun, tapi kalau hujan dia naik. Karena stoknya kan enggak ada kalau hujan. Kalau panas kan banyak stoknya," katanya. 

Selain faktor cuaca, harga garam juga dipengaruhi oleh masuknya garam dari luar daerah seperti Surabaya dan Makassar. Selain itu, beberapa pedagang juga mengambil pasokan dari luar daerah apabila musim hujan.

 "Kalau mereka biasa 100, kita harus ikut mereka juga," jelas Inar.

 Untuk kisaran harga, Inar menyebutkan saat musim panas harga garam di tingkat pematang bisa sekitar Rp61 ribu per karung, bahkan mencapai Rp70–80 ribu. Namun di musim hujan, harga bisa naik hingga Rp150 ribu. Sementara untuk penjualan eceran, harga bervariasi tergantung ukuran takaran.

 "Ada yang Rp5.000, Rp10.000, Rp15.000, sampai Rp20.000," tuturnya.

Meski harga garam naik, konsumen disebut tidak banyak mengeluh. "Tidak ada mereka bilang apa-apa, mereka juga mengikuti. Biasanya cuma tanya ini garam mana, Surabaya, Makassar, atau Talise," kata Inar.

Namun, perubahan harga garam tetap berdampak pada jumlah penjual. "Kalau tidak ada garam ya berdampak untuk kita. Terutama kalau tidak ada garam Talise, karena orang lebih banyak cari garam Talise yang putih," jelasnya.

Sayangnya, hingga kini pemerintah daerah dinilai belum memberikan perhatian lebih kepada petani maupun pedagang garam lokal. "Tidak ada sih," jawab Inar singkat saat ditanya mengenai bantuan pemerintah.

Ia pun berharap pemerintah bisa lebih berpihak pada garam lokal agar petani Talise tidak kalah bersaing dengan produk luar. "Kalau bisa, garam dari luar ini tidak usah diterima supaya garam talise tetap nomor satu. Kasihan penjualan petani garam. Itu saja harapannya," tandasnya. (rna/mg2)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Garam Talise #Garam