Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulteng, Arief Hazairin Satoto, menjelaskan makna angka 880 yang menjadi tema kegiatan. Di mana angka 8 merupakan bulan Agustus dan angka 80 merupakan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Jadi kenapa kok 880 ini kan 8 itu maknanya bulan delapan. Terus 80-nya itu yang ke-80. Jadi 880. Dan untuk bisa berbagi bersama, kita mengadakan makanan bergizi gratis ini di SD Alkhairaat dengan Jumlah makanannya 880," jelas Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulteng, Arief Hazairin Satoto kepada wartawan pada Rabu (13/8/2025).
Dirinya mengungkapkan pemilihan SD Alkhairaat sebagai lokasi kegiatan diadakannya Makanan Bergizi Gratis bukan tanpa alasan. Ini terkait dengan ketokohan Guru Tua Sayyid Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri.
"Kenapa SD Alkhairaat, karena kita ini ada historis. Banyak juga siswanya dan saya sangat menghargai jasa-jasa beliau. Sehingga kita terinspirasi oleh beliau," terangnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmad Musfata, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kakanwil Wilayah Ditjen Imigrasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga dapat terus bersinergi serta dapat mendukung program-program lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Palu dan pembangunan Kota Palu," ujarnya.
Dirinya juga menegaskan pembagian makanan bergizi gratis tersebut. bertujuan untuk mendukung pemerintah pusat dalam menyiapkan generasi emas pada tahun 2045 nantinya.
"Dengan program ini adapun tujuannya adalah mendukung program pemerintah pusat dalam rangka menyiapkan kader-kader kita, menyiapkan generasi emas untuk tahun 2045 sehingga program ini perlu berkelanjutan dan berkesinambungan," ucapnya.
Selain itu, tambahnya, program ini dapat berhasil jika kolaborasi antara pemerintahan baik pemerintah daerah maupun instansi vertikal berjalan dengan baik.
"Dan juga tentu harapan kami bahwa seluruh masyarakat mendukung program ini, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi anak kita dalam rangka menyiapkan kader-kader generasi kita menuju Indonesia emas tahun 2045," harapnya.(rna/mg2)
Editor : Nur Soima Ulfa