Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Produksi Cabai Surplus, Bawang Masih Defisit

Nur Soima Ulfa • Jumat, 4 Juli 2025 | 07:00 WIB
UNGKAP: Kepala Bidang Holtikultura TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Mahruddin saat berada di ruangannya pada Kamis (3/7/2025).
UNGKAP: Kepala Bidang Holtikultura TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Mahruddin saat berada di ruangannya pada Kamis (3/7/2025).

RADAR PALU - Ketersediaan stok komoditas hortikultura strategis seperti cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah di Sulawesi Tengah hingga awal Juli 2025 dinilai masih dalam kondisi aman. Meski harga cabai di pasaran justru melonjak naik beberapa hari yang lalu. 

Sementara situasi yang berbeda di alami komoditas bawang, khususnya bawang putih, saat ini mengalami sedikit defisit karena tidak diproduksi di daerah ini.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Mahruddin, mengatakan bawah untuk stok cabai sendiri di Sulawesi Tengah surplus dan mencukupi hingga bulan ini.

"Stok kita aman, terutama cabai yang saat ini masih surplus sampai Juli ini. Tapi untuk bawang, terutama bawang putih, memang sedang defisit sedikit," ujar Mahruddin kepada Radar Palu saat ditemui di ruangannya pada Kamis (3/7/2025).

Menurut Mahruddin, produksi bawang merah tahun ini mengalami penurunan akibat tidak adanya lagi pengadaan benih melalui program di tingkat provinsi. Hal ini dikarenakan adanya regulasi baru yang menetapkan bahwa pengadaan hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, sementara dinas di tingkat provinsi hanya berperan dalam pengawasan.

"Untuk tahun ini, memang di tanaman pangan dan hortikultura tidak diperbolehkan lagi pengadaan benih di provinsi. Kami hanya mengawasi, sementara pengadaan langsung dari pusat. Ini yang menjadi salah satu penyebab penurunan produksi bawang merah," jelasnya. 

Ia berharap, ke depan ada peninjauan kembali terhadap kebijakan tersebut, agar daerah yang mengalami kekurangan bisa segera diintervensi dengan pengadaan benih dari provinsi. 

"Harapan kami, regulasi itu bisa dievaluasi supaya pengadaan benih bisa kembali dilakukan oleh provinsi, agar tidak terjadi kekosongan produksi di daerah-daerah yang kekurangan," harapnya.

Sementara itu, untuk komoditas cabai, produksi di Sulteng saat ini tergolong tinggi. Berdasarkan data produksi hortikultura Dinas TPH Sulteng periode Januari–Mei 2025, total produksi cabai rawit mencapai 5.326 ton, cabai besar 3.114 ton, dan bawang merah 668 ton.

"Untuk cabai, Alhamdulillah kita surplus. Tapi memang banyak yang keluar ke luar daerah, khususnya Kalimantan. Banyak pedagang yang menjual ke sana, karena permintaan tinggi," tambahnya.

 Meski produksi tinggi, harga cabai di pasaran masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini tidak hanya terjadi di Sulawesi Tengah, tetapi juga merata di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Sekarang kita lagi bekerja sama dengan kabupaten/kota untuk penanaman sebagai langkah antisipasi inflasi. Karena memang hampir semua komoditas hortikultura kita banyak dikirim ke luar daerah," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov Sulteng melalui Dinas TPH terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan strategis, terutama menjelang momen penting seperti Idul Adha dan masa libur sekolah yang biasanya memicu peningkatan permintaan.(rna)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Bawang #Pemprov Sulteng #Cabai #Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura #Holtikultura