RADAR PALU – Harga sejumlah komoditi pangan di pasar tradisional Kota Palu mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Utamanya di Inpres Manonda, Kota Palu. Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada tomat, cabai rawit (rica), dan bawang merah.
Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kota Palu, Andriani mengungkapkan harga tomat kini menyentuh angka Rp20 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat cuaca buruk yang menyebabkan banyak petani gagal panen.
"Tomat itu naik karena sekarang musim hujan, banyak tomat yang rusak. Selain itu, banyak juga tomat yang dikirim ke luar daerah, sehingga stok di pasar lokal berkurang," ungkap Andriani kepada Radar Palu pada Selasa (1/7/2025).
Sementara itu, harga cabai rawit atau rica kini tembus Rp60 ribu per kilogram. Andriani menjelaskan tingginya harga ini disebabkan minimnya pasokan dari luar daerah, terutama dari Makassar. Saat ini, pasokan lokal sebagian besar berasal dari Kabupaten Sigi, namun belum mampu menekan harga di tingkat pedagang.
"Untuk cabai kenapa bisa mahal karena pengiriman dari Makassar kurang ke Palu, yang banyak masuk cuman Sigi," terangnya.
Tak hanyacabai, harga bawang merah (bamer) juga mengalami kenaikan signifikan. Di sejumlah pasar tradisional, harga bamer tercatat mencapai Rp60 ribu per kilogram. Menurut Andriani, hal ini disebabkan karena para pedagang masih menjual stok lama yang mereka beli saat harga masih tinggi.
"Bawang merah sekarang sudah mulai turun ke Rp55 ribu, tapi masih ada pedagang yang jual Rp60 ribu karena mereka tidak mau rugi. Mereka masih pakai stok lama yang dibeli dengan harga mahal," jelasnya.
Disperindag Kota Palu saat ini terus memantau harga-harga kebutuhan pokok di pasar dan menjalin komunikasi dengan distributor untuk menjaga stabilitas pasokan. Andriani pun berharap agar beberapa komoditi yang naik di pasar segera stabil. (rna)
Editor : Nur Soima Ulfa