Fitri Lahay Serap Aspirasi Warga di Tengah Efisiensi Anggaran

Heriyanto • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:46 WIB
RESES: Anggota DPRD Touna, Fitri Lahay, menggelar reses masa persidangan I tahun 2026 di dua titik, yakni Desa Kajuwou, Desa Sansarino, Kelurahan Labiabae dan Kelurahan Ampana, Jumat (16/102026).(FOTO: HERIYANTO LIMAHU/RADAR PALU).
RESES: Anggota DPRD Touna, Fitri Lahay, menggelar reses masa persidangan I tahun 2026 di dua titik, yakni Desa Kajuwou, Desa Sansarino, Kelurahan Labiabae dan Kelurahan Ampana, Jumat (16/102026).(FOTO: HERIYANTO LIMAHU/RADAR PALU).

RADAR PALU - Anggota DPRD Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Fitri Lahay, menggelar reses masa persidangan I tahun 2026 di dua titik, yakni Desa Kajuwou, Desa Sansarino, Kelurahan Labiabae dan Kelurahan Ampana, Jumat 16 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Fitri untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai aspirasi serta kebutuhan warga di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Fitri Lahay dalam penyampaiannya mengatakan bahwa efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Disdikbud Touna Terbitkan Imbauan, Sekolah Diminta Hentikan PTM Jika Kabut Asap Membahayakan

“Walaupun kondisi ekonomi sekarang sedang menurun dan ada efisiensi anggaran, saya sebagai wakil rakyat tetap berusaha membantu masyarakat semampu saya. Saya bisa berada di posisi sekarang sebagai anggota DPRD juga berkat suara dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, kepercayaan ini menjadi tanggung jawab yang harus saya jaga,” ujar Fitri.

Menurutnya, reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan.

"Melalui pertemuan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan usulan maupun kebutuhan yang diharapkan mendapat perhatian dan tindak lanjut,"jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Touna Dorong Penguatan Perlindungan HAKI, Produk Unggulan Daerah Diperkuat 

Fitri berharap, aspirasi yang disampaikan warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui mekanisme dan kewenangan DPRD.

"Keterbatasan anggaran bukan berarti kebutuhan masyarakat diabaikan. Karena itu, komunikasi dengan warga perlu terus dijaga agar persoalan di lapangan dapat diketahui dan dicarikan solusi sesuai kemampuan serta ketentuan yang berlaku,"harapnya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Anggota DPRD Touna Serap aspirasi warga Bertemu langsung masyarakat reses