RADAR PALU - Masyarakat Peduli Kemajuan Ekonomi (MPKE) bersama CV Surya Amindo Perkasa (SAP) membagikan 1.680 kotak susu kepada pelajar di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Jumat (16/10/2026).
Ketua MPKE Morut, Karsena Aris Toteles, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan sosial MPKE bersama CV SAP bagi anak-anak sekolah yang terdampak asap karhutla di Morut.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami bersama CV Surya Amindo Perkasa terhadap anak-anak sekolah yang terdampak asap akibat Karhutla di Morowali Utara," kata Karsena.
Baca Juga: BRI Poso Bekali Mantri Baru, Perkuat Digitalisasi dan Pemberdayaan UMKM
Pembagian 1.680 kotak susu tersebut menyasar siswa SDN 1 Kolonodale, SDN 2 Kolonodale, SDN 3 Korololaki, SDN 4 Bahontula, SMP Negeri 1 Petasia, SD Alkhairaat Kolonodale, serta anak-anak di TK Desa Korololaki.
Karsena menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak-anak perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Selain menyalurkan bantuan, berbagai pihak juga perlu memperkuat upaya pencegahan kebakaran dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Karsena mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat pencegahan dan penanggulangan karhutla di Morut.
Baca Juga: Wijaya Chandra Dorong Kebangkitan Palu Lewat Buku dan Media Digital
Upaya tersebut perlu mencakup pemantauan kawasan rawan kebakaran, deteksi dini, kesiapsiagaan personel, serta koordinasi cepat saat petugas menemukan titik api.
Pemerintah daerah juga perlu menyampaikan informasi kualitas udara secara terbuka. Informasi tersebut dapat membantu sekolah, orang tua, dan masyarakat menyesuaikan aktivitas ketika paparan asap meningkat.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pihak terkait perlu diperkuat agar penanganan karhutla berjalan cepat dan terarah.
Baca Juga: Delis Benahi Data Bansos Morut agar Tepat Sasaran
Di lingkungan pendidikan, lanjut Karsena, sekolah perlu membatasi aktivitas luar ruangan ketika asap menyelimuti wilayah sekitar. Pihak sekolah juga perlu memantau keluhan kesehatan siswa dan berkoordinasi dengan puskesmas jika menemukan anak yang mengalami gangguan pernapasan.
Sementara itu, orang tua dapat melindungi anak dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela ketika asap pekat masuk ke rumah, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan imbauan kesehatan.
Karsena juga mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Baca Juga: Jarak Pandang Menurun akibat Asap, Penerbangan di Palu Terganggu
Warga perlu segera melaporkan asap atau titik api kepada aparat setempat agar petugas dapat mengambil tindakan lebih cepat.
"Ke depan, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, sekolah, dan warga diharapkan dapat memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus melindungi kesehatan masyarakat," tandasnya. (***)
Editor : Ilham Nusi