RADAR PALU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Kabupaten Morowali Utara (Morut), membagikan masker di lima titik keramaian di Kecamatan Petasia untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (14/10/2026).
Dinkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkes Morut, Arif Paskal Pokonda, mengatakan pembagian masker menjadi salah satu langkah pencegahan dampak polusi udara akibat asap karhutla.
Baca Juga: 100 Tahun Injil Masuk Tanah Wana, GKST Perkuat Misi Peradaban
"Pembagian masker ini juga sebagai stimulasi agar masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan. Stok masker kami terbatas, sehingga masyarakat tetap perlu berinisiatif menyediakan masker secara mandiri," kata Arif.
Dinkes Morut melaksanakan pembagian masker di lima lokasi, yakni Pasar Kolonodale, bundaran depan Rumah Jabatan Bupati, SPBU Bahoue, area depan tempat pemakaman umum (TPU), dan Pelabuhan Ferry.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Morut mendapat bantuan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Morut.
Baca Juga: Sidang Tuntutan Kakek Mentie Ditunda, Mantan Istri Pelapor: Persoalan Bermula dari Rumah
Arif menjelaskan, jumlah masker yang dibagikan masih menunggu pendataan dari gudang farmasi. Keterbatasan persediaan juga membuat Dinkes belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masker di 14 puskesmas.
"Kami belum menghitung jumlah masker yang dibagikan tadi. Nanti kami bisa mendapatkan datanya dari gudang farmasi," ujarnya.
Dinkes Morut juga mengarahkan seluruh puskesmas melaksanakan pembagian masker di wilayah kerja masing-masing. Petugas puskesmas diminta menyasar tempat-tempat keramaian dengan menyesuaikan persediaan masker yang tersedia.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Poso Dorong Petani dan Pekebun Dapat Perlindungan Jaminan Sosial
Arahan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Morut Delis Julkarson Hehi Nomor 400.7.1/1224/DINKES/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.
Selain membagikan masker, puskesmas perlu memberikan edukasi mengenai cara mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Arif menegaskan, pembagian masker bukan satu-satunya langkah perlindungan. Masyarakat tetap perlu membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara tidak sehat.
Baca Juga: Delis Pacu Pembangunan Pedalaman Tana Wana
Dinkes Morut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan orang yang mudah mengalami gangguan pernapasan.
Arif juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas langkah perlindungan bagi anak-anak sekolah di tengah kondisi polusi udara.
"Kami sangat mengharapkan kesadaran masyarakat agar bisa mengurangi aktivitas di luar rumah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mempertimbangkan kondisi anak-anak sekolah," tandasnya. (***)
Editor : Ilham Nusi