Bupati Morut Buka Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Tana Wana

Ilham Nusi • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:41 WIB
BUKA: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersiap memukul gong penanda acara perayaan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana di Desa Lemo dimulai, Selasa (13/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
BUKA: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersiap memukul gong penanda acara perayaan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana di Desa Lemo dimulai, Selasa (13/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Julkarson Hehi, MARS membuka perayaan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana di Lapangan Desa Lemo, Kecamatan Bungku Utara, Selasa (13/10/2026).

Perayaan satu abad pekabaran Injil yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 ini juga menjadi ajang memperkuat komitmen pembangunan wilayah pedalaman tanpa meninggalkan adat dan budaya masyarakat setempat.

Bupati Delis menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua TP-PKK Morut sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sulteng, Febriyanthi Hongkiriwang.

Baca Juga: Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan 2027

Mengusung tema "Tuntu Mpue Tuwu, Molonde Pasi Mowua ri Tana Wana", yang berarti Injil Bertumbuh, Berakar, dan Berbuah di Tana Wana, kegiatan ini menggabungkan refleksi sejarah, pelayanan keagamaan, serta pelestarian budaya masyarakat Taa Wana.

Dalam sambutannya, Delis menegaskan bahwa peringatan satu abad Injil Masuk Tana Wana tidak hanya mengenang perjalanan iman, tetapi juga mengingatkan pentingnya kasih, pelayanan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

"Dasar dari segala sesuatu adalah kasih. Kita melayani karena kasih, membangun karena kasih, dan bekerja karena kepedulian kita kepada masyarakat Tana Wana," tegas Delis.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasikan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan Donggala

Delis juga mengenang perjuangan misionaris Pdt. Hendrik Perdok yang membawa Injil ke pedalaman Tana Wana pada 1926. Saat itu, keterbatasan akses, medan yang sulit, dan tantangan geografis menjadi hambatan dalam pelayanan.

Menurut Delis, kehadiran Injil turut meletakkan dasar bagi perkembangan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Untuk memperingati perjalanan sejarah tersebut, panitia meluncurkan dua buku, yakni Benih Injil Tumbuh di Tana Wana: Refleksi 100 Tahun Pekabaran Injil (1926-2026) dan Duduk dalam Lindungan Yang Maha Tinggi: Pengalaman Guru Mahadi Tamauka di Wana, 1942-1944.

Baca Juga: BERANI SEHAT: Program Baik yang Sedang Diuji oleh Keberhasilannya Sendiri

Panitia juga meletakkan batu pertama pembangunan monumen peringatan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana serta menggelar penilaian rumah adat suku Taa Wana.

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi napak tilas sejarah pekabaran Injil, pameran dokumentasi pelayanan, ibadah syukur, pengobatan gratis, dan berbagai perlombaan tradisional.

Kegiatan budaya mencakup lomba rumah tradisional, permainan gasing, engrang, meniup sumpit, serta storytelling atau Makatuntun dalam bahasa Taa Wana.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Harmonisasikan Ranperda Pembentukan Produk Hukum Donggala

Ketua panitia dalam laporannya menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran seluruh rangkaian kegiatan mencapai Rp185 juta. Hingga laporan disampaikan, panitia telah mengantongi dana sekitar Rp148 juta.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, jemaat GKST, dan berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan perayaan tersebut.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), dengan Pdt. Yandi Manobe sebagai pembawa firman. Ibadah tersebut memperkuat kehidupan iman dan semangat pelayanan jemaat di Tana Wana.

Baca Juga: Jelang Hari Santri, Muhammad Safri Dorong Gubernur Sulteng Terbitkan Pergub Pesantren

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Delis memastikan Pemkab Morut tetap memberikan insentif sebesar Rp600.000 per bulan kepada rohaniawan.

Delis menjelaskan bahwa pembangunan manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan fisik. Pemerintah juga perlu memperhatikan kesehatan rohani, kecerdasan spiritual, dan kesejahteraan batin masyarakat.

Dia mengapresiasi para pendeta dan rohaniawan yang terus melayani masyarakat pedalaman meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Baca Juga: Bupati  Morowali Serahkan 500 Seragam Sekolah Gratis di Menui Kepulauan

Menurut Delis, kasih, pelayanan, dan kepedulian sosial perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur agar masyarakat dapat berkembang secara menyeluruh.

Sementara itu, Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana.

Febriyanthi mengapresiasi kesetiaan para pelayan Tuhan yang terus memberitakan Injil di tengah berbagai keterbatasan.

Baca Juga: Bupati Delis Ajak Remaja GKST Ronta Lawan Narkoba

"Selamat ulang tahun yang ke-100 untuk Injil masuk di Tana Wana. Semoga semangat untuk terus memberitakan Injil tetap menyala-nyala sampai Injil diberitakan di seluruh Tana Wana," ujar Febriyanthi.

Febriyanthi juga mengajak para pelayan Tuhan mempertahankan semangat pelayanan karena masih ada masyarakat yang perlu dijangkau melalui pemberitaan Injil.

Dia berharap perayaan satu abad ini memperkuat persatuan, pelayanan, dan kepedulian terhadap masa depan masyarakat Tana Wana.

Baca Juga: Pemkab Poso dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Lindungi Petani Kakao dan Rohaniawan

Perayaan 100 tahun Injil Masuk Tana Wana turut dihadiri Anggota DPR RI Ellen Esther Pelealu, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt. Djadaramo Tasiabe, serta Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait.

Hadir pula Wakapolres Morut Kompol Charles B.N. Karimar, Wakil Ketua Komisi I DPRD Morut Arman Purnama Marunduh, Camat Bungku Utara Asgar Lawahe, Camat Mamosalato Ivanhoe Caesar Tungka, jajaran perangkat daerah, para pendeta, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. (***)

Editor : Ilham Nusi
Injil Masuk Tana Wana Taa Wana Febriyanthi Hongkiriwang Delis Julkarson Hehi GKST