RADAR PALU - Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali Utara (Morut) sekaligus Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah (Sulteng), Febriyanthi Hongkiriwang, mengajak remaja Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) menjaga iman dan persaudaraan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Pesan itu disampaikan Febriyanthi saat membuka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Remaja GKST se-Klasis Beteleme di Gedung Gereja GKST Getsemani Ronta, Desa Ronta, Kecamatan Lembo Raya, Minggu (11/10/2026) malam.
Mengusung tema "Fokus Memandang kepada Kristus", perayaan tersebut mengajak generasi muda menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan di lingkungan gereja.
Baca Juga: Kodam XXIII/Palaka Wira Sambut 359 Personel Yonif TP 746, Pangdam Tekankan Disiplin
Dalam sambutannya, Febriyanthi mengingatkan para remaja agar tidak kehilangan pegangan ketika menghadapi kekecewaan.
Menurut dia, pengalaman mengecewakan dari orang-orang terdekat tidak boleh membuat generasi muda kehilangan harapan.
Orang tua, mentor, pemimpin, maupun pelayan Tuhan tetap memiliki keterbatasan sebagai manusia.
Baca Juga: Hutan Kota Talise Disiapkan Jadi Arena Olahraga hingga Drag Race
Karena itu, Febriyanthi mengajak remaja membangun iman yang kokoh dan menempatkan Tuhan sebagai sumber pengharapan.
"Manusia boleh mengecewakan kita. Orang tua, orang terdekat, bahkan mentor kita bisa mengecewakan. Tetapi ada satu pribadi yang tidak pernah mengecewakan kita, yaitu Tuhan Yesus, Sang Pemilik Kehidupan," kata Febriyanthi.
Dia menegaskan bahwa tema "Fokus Memandang kepada Kristus" bukan sekadar slogan perayaan.
Baca Juga: PAW Wakil Ketua II DPRD Palu Segera Digelar, SK Gubernur Jadi Kunci
Tema tersebut mengingatkan remaja GKST agar tetap teguh dalam iman, terutama ketika menghadapi persoalan dan berbagai perubahan dalam kehidupan.
"Jangan pernah kehilangan fokus. Jangan berharap kepada manusia, tetapi mari tentukan fokus kita kepada Tuhan, karena hanya Dia yang selalu memberikan pengharapan yang penuh dan tidak pernah mengecewakan," ujarnya.
Selain mengajak remaja memperkuat iman, Febriyanthi berpesan agar peserta menjaga sportivitas dan keamanan selama mengikuti perlombaan dalam rangkaian HUT ke-22 Remaja GKST.
Baca Juga: Bupati Morut Bagikan 82 APAR ke TNI, Polri, dan OPD
Dia mengingatkan bahwa kemenangan bukan tujuan utama kegiatan. Perayaan tersebut harus menjadi ruang bagi remaja untuk saling mengenal, mempererat hubungan antarjemaat, dan membangun kebersamaan.
Febriyanthi tidak ingin perbedaan hasil perlombaan memicu perselisihan di antara peserta. Sebaliknya, setiap remaja perlu menunjukkan karakter yang mencerminkan nilai-nilai kekristenan.
"Kita datang ke sini untuk merayakan hari ulang tahun, bersukacita, dan semakin mempererat persaudaraan. Jangan sampai karena tidak menang dalam perlombaan, kita justru saling bermusuhan. Ingat identitas kita sebagai remaja GKST," pesannya.
Baca Juga: Polusi Tambang hingga Konflik TKA, 10 Tuntutan Mahasiswa Morowali ke DPRD Sulteng
Dia berharap semangat persaudaraan tetap terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Bagi Febriyanthi, kebersamaan dan hubungan baik antarjemaat jauh lebih penting daripada hasil perlombaan.
Dalam kesempatan tersebut, Febriyanthi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Morut.
Dia bilang, Bupati semula berencana menghadiri kegiatan tersebut, tetapi harus mendampingi Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dalam penyerahan bantuan di Kota Solok, Sumatera Barat, sebelum melanjutkan agenda di Jakarta.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-25, Radar Palu Terima Kunjungan Manajemen Hotel Santika
Febriyanthi sekaligus mengundang masyarakat mengikuti doa bersama bagi Indonesia dan Kabupaten Morowali Utara pada 21 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di pelataran Kantor Bupati untuk memperingati HUT ke-13 Morut, dengan Pendeta Gilbert Lumoindong sebagai pemimpin doa.
Perayaan HUT ke-22 Remaja GKST se-Klasis Beteleme turut dihadiri Evangelis Alvalino Kasenda sebagai pembicara, Ketua Klasis Beteleme Pdt. Dulianton Tamanampo, Kepala Dinas Kesehatan Morut Arif Paskal Pokonda, serta para pendeta, pengurus remaja, jemaat, dan undangan lainnya.
Baca Juga: Sekolah Lansia Lembo Jadi Awal Pusat Lansia di Morut
Rangkaian perayaan berlangsung hingga Jumat (16/10/2026), dengan penutupan di Gedung Gereja GKST Getsemani Ronta. (***)
Editor : Ilham Nusi