Masyarakat Luwuk Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Nendra Prasetya • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:32 WIB
SALAT: Masyarakat Kota Luwuk bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan anggota Forkopimda melaksanakan salat Istisqa di halaman Masjid Agung An-Nur Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/10/2026).(FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU).
SALAT: Masyarakat Kota Luwuk bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan anggota Forkopimda melaksanakan salat Istisqa di halaman Masjid Agung An-Nur Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/10/2026).(FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU).

RADAR PALU — Masyarakat Kota Luwuk bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan salat Istisqa di halaman Masjid Agung An-Nur Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/10/2026).

Ibadah berjamaah tersebut menjadi wujud ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air.

Ribuan jemaah memadati halaman masjid sejak pagi hari. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, mulai dari pelaksanaan salat hingga doa bersama, seraya berharap hujan segera turun untuk memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga: Kapolresta Banggai Jaring Aspirasi Warga Lewat “SULING”

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Banggai, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung An-Nur Luwuk. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Salat Istisqa dipimpin oleh KH. Jazuli Jamaluddin sebagai imam, sedangkan khutbah dan doa dipimpin oleh Dr. KH. Muhammad Muadz, Lc., M.H.I., yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hikmah Luwuk sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Banggai.

Bupati Banggai, Amirudin, turut hadir bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyelenggarakan ibadah bersama tersebut.

Baca Juga: BUMDes di Banggai Mulai Pasarkan Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

Menurutnya, Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta menyadari pentingnya air bagi keberlangsungan kehidupan.

Kondisi kemarau, kata dia, perlu dihadapi dengan doa dan ikhtiar yang berkelanjutan. Harapan agar hujan segera turun di wilayah Kabupaten Banggai menjadi doa bersama yang dipanjatkan oleh para jemaah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, mengingatkan pentingnya menjadikan kondisi kekeringan sebagai bahan introspeksi diri. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keimanan, tidak kehilangan harapan, dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Banggai Siapkan Rotasi JPT Pratama

Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Luwuk dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kondisi alam. Melalui ibadah ini, masyarakat tidak hanya berharap memperoleh curahan hujan, tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan air secara bijaksana.

Dengan terselenggaranya Salat Istisqa, masyarakat Kabupaten Banggai diharapkan terus memelihara semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengiringi doa dengan langkah nyata dalam menjaga sumber daya air dan lingkungan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Salat Istisqa Ibadah berjamaah Berharap hujan Segera turun