RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai, terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran pemasaran perdana arang tempurung kelapa hasil kolaborasi sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Uling, Kecamatan Kintom, Jumat (9/10/2026).
Program ini merupakan hasil sinergi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banggai bersama PT Panca Amara Utama (PAU). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk desa, sekaligus membuka peluang bagi arang tempurung kelapa untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
Mewakili Bupati Banggai, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banggai, Moh. Ramli Tongko, mengatakan pengembangan BUMDes menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Pilkades Serentak Banggai Dijadwalkan Maret 2027, DPMD Mulai Matangkan Persiapan
Menurut dia, sejak periode 2021–2026, Pemkab Banggai telah mendorong pengembangan BUMDes melalui skema bantuan modal usaha hingga Rp500 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.
Ramli menekankan pentingnya kerja sama antar-BUMDes untuk memenuhi kebutuhan pasar yang menuntut pasokan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, terutama untuk tujuan ekspor.
“BUMDes perlu bekerja sama karena kebutuhan pasar, terutama pasar luar negeri, membutuhkan ketersediaan pasokan dalam jumlah yang memadai dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Terima Bantuan Hibah Rp50 Juta, Masjid Al-Ukhuwah Banggai Apresiasi Sri Atun
Ia menjelaskan, kolaborasi antar-BUMDes memungkinkan desa saling melengkapi dalam penyediaan bahan baku, tenaga kerja, keterampilan pengolahan, hingga kapasitas produksi. Selain menjaga volume produksi, pelaku usaha juga diminta memperhatikan kualitas arang, termasuk kadar air dan kebersihan produk, agar memenuhi standar pasar.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Banggai, Hasan Baswan, mengungkapkan bahwa dari 11 BUMDes yang terlibat dalam pengembangan usaha arang tempurung kelapa, lima di antaranya telah aktif berproduksi dengan total produksi sekitar 13 ton.
Adapun enam BUMDes lainnya masih menjalani pembinaan dan mempersiapkan kebutuhan usaha, terutama terkait ketersediaan bahan baku dan fasilitas gudang penyimpanan.
Baca Juga: Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Banggai Siapkan Rotasi JPT Pratama
Hasan mengatakan, upaya pemasaran ke pasar internasional, termasuk Swedia, telah dirintis sejak 2024. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas produksi dan ketersediaan stok masih menjadi pekerjaan utama agar permintaan pasar dapat dipenuhi secara konsisten.
Dari pihak perusahaan, PT Panca Amara Utama menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas PMD dan pemerintah desa.
Ke depan, pengembangan usaha arang tempurung kelapa akan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, perbaikan kualitas produk, perluasan akses pemasaran, serta penguatan kelembagaan BUMDes.
Baca Juga: TPT Banggai Turun, Namun Lulusan SMA Mendominasi Angka Penggangguran
Sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi produk. Selain arang tempurung kelapa, potensi komoditas kelapa akan dikembangkan melalui produk turunan, seperti briket, serat kelapa (coco fiber), dan media tanam cocopeat.
Peluncuran pemasaran perdana ini menjadi langkah awal bagi BUMDes di Kabupaten Banggai untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Dengan dukungan pemerintah daerah, mitra usaha, dan masyarakat, usaha arang tempurung kelapa diharapkan berkembang menjadi sumber pendapatan desa sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin